Aksi demo massa yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tersebut dilakukan di tiga titik strategis wilayah kota. Selain menggelar orasi, pembeberan spanduk serta poster, sebagian massa juga menampilkan aksi teaterikal berupa tarian kuda (jeren kencak, red) dan badut harimau.
Gebrakan aksi demo pertama dilancarkan di perempatan alun-alun depan Pos Lantas Polres Situbondo. Aksi ini tak pelak memicu kemacetan jalan dan keruwetan pengaturan arus kendaraan yang melintas di jalur protokol tersebut.
"Saudara-saudaraku, kita sudah bosan menunggu dan janji-janji polisi yang akan memproses hukum Ismunarso, karena nyatanya sampai sekarang Ismunarso tetap menghirup udara bebas. Ini tidak adil, karena Ismunarso telah menggarong uang rakyat," teriak Junaidi, koordinator aksi demo dari atas truk bak terbuka, dalam orasinya.
Oleh karena itu, urai Ketua LSM Gempur ini, pihaknya mengajak seluruh rakyat Situbondo untuk terus menekan polisi agar menuntaskan kasus kasda gate yang dinilai telah menyengsarakan masyarakat. Mereka juga menilai polisi selama ini hanya mengumbar janji untuk bersikap tegas dan nyatanya hingga kini kasus tersebut masih mengambang.
"Untuk itu kami menuntut Presiden SBY segera menurunkan surat izin sebagai tersangka atas Ismunarso. Kami juga meminta Polres Situbondo segera menahan semua pelaku tanpa tebang pilih dalam waktu sepekan," imbuh Junaidi.
Aksi teaterikal yang melibatkan kesenian khas Situbondo dalam aski demo menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyedot perhatian warga dan pengguna jalan, aksi tersebut menggambarkan bagaimana proses hukum Ismunarso hingga harus dihukum gantung. Setelah aksi demo di perempatan alun-alun, ribuan massa mengalihkan aksinya ke halaman depan pendopo kabupaten di Jalan RA Kartini.
Aksi dorong antara massa pendemo dan petugas Satpol PP juga mewarnai aksi massa yang memaksa untuk menyegel pintu gerbang utama menuju kediaman bupati. Massa sempat tersulut emosinya karena Bupati Ismunarso yang dicari ternyata tidak menemui mereka bahkan kabur dari pendopo.
Massa akhirnya melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Pemkab Situbondo di Jalan PB Sudirman. Puluhan polisi dan Satpol PP ternyata telah siap sedia menghadang kedatangan ribuan massa yang merupakan gabungan dari LSM Ampin, Gempur, LKPS, Irdes, Transparansi dan Centress tersebut.
"Kami sangat prihatin atas menguapnya uang rakyat yang ternyata dalam penyelidikan terakhir jumlahnya bukan hanya Rp 45,75 miliar, melainkan membengkak menjadi 52 miliar. Uang ini hanya masuh kantong pribadi Ismunarso serta kroni pejabat dan keluarganya," ketus Supriyono dalam orasinya di depan kantor pemkab.
Selain menyegel pintu masuk dan pertunjukan tarian jaran kencak, massa juga sempat bersitegang dengan puluhan aparat Dalmas Polres Situbondo. Mereka mencoba memaksa masuk melompati pagar dan berupaya menurunkan spanduk yang memajang gambar Ismunarso di bagian depan kantor itu.
"Ismunarso itu maling, tak pantas menjadi pimpinan kami. Usut tuntas, tahan dan adili Ismunarso sekarang juga, karena sudah tidak amanah. Gantung Ismunarso sekarang juga," sergah Junaidi.
(bdh/bdh)











































