Kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah satu guru laboraturium komputer, Agus Sriyanto saat memulai proses belajar mengajar, Senin (17/12/2007).
"Saat itu anak-anak belum masuk laboraturium. Saya hendak meletakan laptop dan melihat di dalam laboraturium sudah berantakan," katanya saat memberikan keterangan kepada unit olah TKP Polres Kediri.
Dihadapan petugas, Agus mengaku, setelah melihat secara teliti rupanya beberapa CPU komputer telah berantakan dan bagian komponennya telah hilang.
Hasil olah TKP oleh anggota Polres Kediri menemukan lubang mengangga di bagian plafon yang diduga merupakan tampat keluar-masuk kawanan pencuri.
"Dugaan kuat pelaku lebih dari satu dan keluar masuk dari bagian plafon tersebut. Kita masih akan terus menyelidikinya," kata Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Didit Prihantoro.
Secara terpisah Kepala Sekolah SMK Canda Bhirawa Pare, Masrukan mengaku jika sekolahnya diduga mengalami kerugian mencapai Rp 10 juta.
Nilai kerugian itu merupakan kalkulasi harga dari barang-barang yang hilang, antara lain satu unit proyektor, 2 motherboard, 2 software dan beberapa bagian komponen komputer lainnya.
"Hasil penghitungan sementara kerugian kami mencapai Rp 10 juta," kata Masrukan.
Ketika didesak mengenai kemungkinan keterlibatan orang dalam pencurian ini, Masrukan mengaku tidak mengerti dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada polisi.
Dalam kejadian yang terjadi sekitar 2 bulan yang lalu tersebut, kerugian diperkirakan lebih dari Rp 20 juta dan hingga kini polisi belum dapat mengungkapnya. (fat/fat)











































