Kesurupan ini melanda para buruh yang sedang melinting rokok. Saat itu, tiba-tiba salah satu buruh pingsan dan menggigau sendiri.
Rupanya, dari kejadian tersebut menular ke beberapa buruh lainnya. Otomatis terjadi kepanikan di dalam pabrik tersebut, bahkan aktivitas pabrik terhenti.
Korban yang pingsan kemudian dilarikan ke sebuah ruangan. Karena bertambah banyak, korban pun dilarikan ke poliklinik pabrik. Hingga saat ini jumlah buruh yang kesurupan mencapai 20 orang.
Sayangnya para buruh menolak berkomentar saat ditanya wartawan awal peristiwa itu. Namun pihak menejemen pabrik justru menganggap karyawan yang pingsan akibat terjadinya gempa pukul 07.00 WIB pagi tadi.
"Mereka pingsan karena saat terjadi gempa mereka keluar. Saat keluar mereka berdesakan dan otomatis membuat mereka berhimpitan. Mereka sempat kehabisan oksigen dan akhirnya pingsan," kata Sekretaris Corporate PT Bentoel, Satria Budi Wibawa kepada wartawan.
Sementara itu, salah satu orang pintar yang didatangkan oleh pihak pabrik, Salim menjelaskan jika para buruh tersebut mengalami kesurupan.
"Untuk menyembuhkan mereka bervariatif. Kalau makhluk halusnya kuat ya lama ga sadar. Tapi kalau sebentar hanya dikasih minyak dan cukup 2 menit sudah sadar," tambahnya.
(fat/bdh)










































