Razia ini terkait langkanya minyak tanah di Kabupaten Lamongan. Mereka menjual minyak tanah dan sebagian dicampur untuk bahan bakar kendaraan truk.
Dalam razia tersebut, petugas berhasil menemukan jerigen-jerigen minyak tanah di beberapa kios dan tambal ban. Selain itu, petugas juga menemukan puluhan jerigen minyak tanah di dalam mobil. Dan jerigen tersebut akan dijual langsung ke pengendara sopir truk.
Setiap liter minyak tanah yang dijual seharga Rp 2.700. Oleh sopir truk, minyak tanah tersebut dicampur dengan solar sebagai bahan bakar.
Kapolres Lamongan yang memimpin langsung operasi ini, AKBP Benyamin menyatakan minyak tanah yang semestinya digunakan untuk keperluan rumah tangga diselewengkan beberapa oknum pemilik pangkalan minyak tanah.
"Minyak tanah tersebut banyak yang diborong para penjual irex sehingga warga tidak kebagian," terangnya.
Dalam razia ini, petugas berhasil menyita 200 jerigen minyak tanah. Kini jerigen-jerigen tersebut diamankan di Polres Lamongan untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. (fat/fat)











































