Langkah ini dilakukan menyusul adanya protes dari kubu pendukung Santoso-Budi Irawanto (Sowan), yang mendapat bocoran bahwa Hartono tidak benar-benar mengajukan surat pengunduran diri pada atasannya di Departemen Pertahanan RI. Padahal Suyoto-Setyo Hartono (Toto) telah diunggulkan dalam beberapa versi penghitungan suara pilkada.
"Kabar terbaru yang saya dapatkan, Pak Maskur dan Mas Munib sudah sampai di kantor Dephan. Hanya mereka belum bertemu dengan pimpinan di sana," kata Mundzar Fahman, seorang anggota KPUD Bojonegoro pada detiksurabaya.com usai menemui 8 orang tim sukses Sowan yang datang ke kantor KPUD di Jalan Gajah Mada, Bojonegoro, Kamis (13/12/2007).
Mundzar tidak berani mengandai-andai, kalau ternyata hasil verifikasi ulang itu membuktikan bahwa surat pengunduran diri Letkol Setyo Hartono adalah fiktif. KPUD hanya menindak-lanjuti adanya bukti baru yangdilaporkan oleh tim Sowan.
"Jangan berandai-andai dulu. Hanya sayangnya, PP 6/2005 dan PP 17/2005 tentang Pilkada tidak menjelaskan mekanisme pembatalan pencalonan jika kemudian didapati cacat," tambah Mundzar.
Disisi lain, tim Sowan tampak cukup puas dengan jawaban KPUD. Mereka bersedia sabar menunggu kepulangan M Masjkur dan M Abdim Munib dari Dephan RI di Jakarta. Namun, mereka tetap akan menagih hasil verifikasi ulang itu.
"Kami akan terus kawal, jangan sampai proses Pilkada ini cacat hukum. Rakyat Bojonegoro akan terluka," tegas Muklasin Affan, juru bicara tim Sowan usai mendatangi kantor KPUD.
(bdh/bdh)











































