Rel kereta api yang terlihat melengkung sepanjang 400 meter ini posisinya tidak merata. Rel terlihat melengkung ke bagian bawah dan membuat sebagian rel amblas. Melengkungan jalur KA yang menghubungan Surabaya-Malang, Surabaya-Pasuruan-Jember-Banyuwangi ini hampir setiap saat selalu tergenang air.
Genangan air inilah yang menjadi menyebabkan tanah tempat bantalan rel lembek dan menyebabkan bantalan rel kemudian berubah posisi. Rel ini sendiri berada sekitar 500 meter dari pusat semburan lumpur Lapindo. Kawasan ini masuk dalam daerah subsidence atau daerah rawan penurunan tanah.
Meski kondisi rel melengkung, namun jalur ini masih tetap dilewati kereta api. Dalam sehari, ada 40 kali kereta yang melewati kawasan itu. Dalam kondisi tertentu, kereta api yang melintasi kawasan tersebut akan mengurangi kecepatannya hingga 5 Km/Jam.
PT KA Daops VIII Surabaya sudah berulangkali melakukan perbaikan di jalur tersebut. Namun parahnya kondisi semburan lumpur membuat peristiwa itu seringkali terjadi. Karena ini masalah keselamatan manusia alangkah baiknya, pemerintah untuk segera melakukan relokasi.
Relokasi rel KA ini direncanakan akan dilakukan pada tahun 2008 mendatang bersamaan dengan jalan tol dan juga jalan nasional.
(wln/bdh)










































