Surat bernomor B/1722/12/2007/DJPOT tertanggal 7 Desember 2007 itu ditanda-tangani oleh Dirjen Potensi SDM Dephan, Brigjen TNI Herry Pysand. Surat ditujukan pada pangdam V/Brawijaya dengan tembusan pada Korem 082 Mojokerto serta Sub Denpom dan Kodim 0813 Bojonegoro.
Kuasa hukum pasangan cabup-cawabup Santoso-Budi Irawanto (Sowan) Mansyur, mendapat bocoran surat itu tanggal 10 Desember 2007 lalu, persis saat pemungutan suara Pilkada Bojonegoro berlangsung. Surat itu memicu reaksi protes tim Sowan pada KPU Kabupaten Bojonegoro yang dinilai teledor dalam memproses verifikasi berkas
pencalonan Setyo Hartono, yang berpasangan dengan Suyoto.
"Berdasar absensi Depot Dephan, Letkol Hartono telah meninggalkan dinas sejak 3 Desember tanpa alasan. Dalam isi surat itu Brigjen Herry Pysand memperkirakan Letkol Hartono berada di Bojonegoro untuk mencalonkan diri sebagai cawabup dalam Pilkada," kata Mansyur pada detiksurabaya.com sambil membacakan membacakan salinan surat dari Dephan, Rabu (12/12/2007).
Ditambahkan Mansyur, Dephan meminta Pangdam V/Brawijaya Malang, Sub Den Pom dan Kodim Bojonegoro untuk memanggil Letkol Setyo Hartono terkait tugas dinas yang ditinggalkannya tanpa keterangan.
"Untuk itulah surat protes pada KPU kami sampaikan selasa kemarin. Dan rabu besuk kami akan datang lagi untuk minta penjelasan KPU," tambah Mansyur.
(bdh/bdh)











































