Ironisnya, Dinas Kesehatan Kediri mengaku belum mendapatkan laporan adanya serangan chikungunya ini.
Chikungunya ini mulai menyerang warga sejak sepekan yang lalu. Mulanya mereka mengaku seluruh persendian tangan dan kaki terasa ngilu yang disertai dengan suhu badan yang tinggi.
"Rasanya pegel-pegel, badan saya panas. Awalnya bisa untuk jalan meski sakit, tapi lama-kelamaan nggak bisa untuk jalan," kata Wiji (50), orang pertama yang terserang chikungunya, Rabu (12/12/2007).
Wiji mengatakan, untuk saat ini kondisinya sudah membaik, tapi serangan chikungunya menyebar ke seluruh tetangganya. Hingga saat ini, sekitar 17 warga masih mengalami gejala-gejala yang sama dengan dirinya.
"Di lingkungan ini ada sekitar 7 rumah dan setiap rumah rata-rata 1 sampai 3 orang terjangkit chikungunya," imbuh Wiji dalam bahasa jawa.
Serangan virus yang yang disebabkan alphavirus dan disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti ini diduga akibat lingkungan tempat tinggal warga di Dusun Bringin yang terkesan kumuh.
Pantauan detiksurabaya.com, lingkungan yang merupakan endemis chikungunya merupakan perkebunan pisang dan tanah kosong yang ditumbuhi bambu.
Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Kediri Sigit Raharjo saat dikonfirmasi terkait serangan chikungunya mengaku belum mendapatkan laporan menganai hal tersebut.
"Saya tanya Pak Adi (Kabid P2PL Dinkes) beliaunya mengaku belum mendapatkan informasi adanya serangan chikungunya," kata Sigit Raharjo saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Pemkab Kediri.
Namun, kata Sigit, jika untuk menangani serangan chikungunya ini, pihak dinkes biasanya akan melakukan pemantauan ke lapangan.
Jika terbukti terjadi serangan virus chikungunya, maka dalam waktu dekat akan segera dilakukan fogging. (fat/fat)











































