Tebing Batu Longsor, 1 Penambang Tewas Tertimbun

Tebing Batu Longsor, 1 Penambang Tewas Tertimbun

- detikNews
Senin, 10 Des 2007 19:17 WIB
Kediri - Tebing batu yang ada di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu Kecamatan Ngacar Kabupaten Kediri, Senin (10/12/2007) mengalami longsor. Akibatnya, seorang penambang batu meninggal dunia setelah tertimbun longsoran bebatuan.

Korban meninggal yang merupakan penambang adalah Rianto (27) warga Dusun Mulyorejo Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. Saat kejadian korban bekerja bersama rekan sesama penambang batu yaitu Alex (23) warga desa setempat.

Alex menuturkan saat terjadi longsoran batu, dirinya dan Rianto sedang tidak bersebelahan.

Menurut Alex, posisi bebatuan yang ada di atas tebing, membuat korban berinisiatif menyodok bebatuan dengan tongkat bambu. Namun sayang, usahanya berbuah petaka, ketika tiba-tiba bebatuan yang jatuh dalam jumlah banyak dan tak dapat dihindarinya.

"Ya tiba-tiba saya dengar mas Rianto berteriak minta tolong. Tapi ketika saya datang dia sudah tertimbun," kata alex saat ditemui di rumah duka, Senin (10/12/2007).

Masih menurut Alex, seketika itu pula dia berusha menggali bebatuan yang menutupi tubuh rekan kerjanya itu dengan menggunakan alat seadanya. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Korban mengalami beberapa luka parah pada bagian kepala dan patah tulang pada bagian pinggang.

"Saya hanya bisa tertunduk ketika saya lihat Mas rianto sudah mati. Pinggangnya patah," imbuh alex sambil menangis.

Karena tidak ingin tubuh temanya tertimbun bebatuan begitu lama, Alex berinisiatif meminta bantuan dari warga sekitar tebing untuk melarikan jenazah korban ke RSUD Pelem Pare, Kediri.

Secara terpisah, Kapolsek Ngancar AKP sartana saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab terjadinya longsor pada tebing batu yang mengakibatkan satu penambang meninggal dunia.

"Kita sudah mintai keterangan dari saksi, dan sementara kami menduga murni kecelakaan kerja. Namun untuk pastinya kami masih akan lakukan penyelidikan," kata Sartana.
(bdh/bdh)
Berita Terkait