Kecamatan Tumpang dan Poncokusumo menempati rangking teratas jumlah penderita diare. Penyebabnya, penduduk setempat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Mereka belum mendapatkan layanan PDAM dan memanfaatkan air permukaan dari sungai Lesti," Kata Kepala Dinas kesehatan Muhammad Fauzi dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (8/12/2007).
Apalagi, kondisi sanitasi lingkungan warga setempat juga buruk. Akibatnya bakteri e-koli cepat menyebar, bakteri ini yang menyebabkan penyakit diare.
Untuk itu, dia menyarankan agar menyediakan oralit bagi keluarga penderita diare. Bila kondisinya mengalami dehidrasi berat, untuk segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat. "Penyakit diare juga bisa mengancam jiwa," terangnya.
Sulastri warga Desa Sumbersekar, Dau Kabupaten Malang terus mendampingi anaknya Marchelino yang kini dirawat di Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Bocah usia 8 bulan ini terserang diare selama sebulan, berat badannya turun drastis tinggal 8 kilogram padahal sebelumya berat badannya mencapai 10 kg.
"Sejak musim hujan, air PDAM berubah keruh. Selama ini, saya memakainya untuk kebutuhan makan dan minum," ujarnya.
Selain buang air besar, Marchelino juga terus muntah. Dia mengalami dehidrasi berat hingga harus disuplai infus sebanyak 10 kantung. (fat/fat)











































