Kedatangan kapal milik aktivis pecinta lingkungan hidup internasional ini mendapat pantauan khusus dari TNI AL. 17 Kru kapal dilarang untuk turun dari kapalnya.
Kapal Greenpeace itu sebenarnya ingin merapat di Pelabuhan Muncar yang merupakan pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.
Namun lantaran TNI AL tidak mengizinkan merapat, akhirnya mereka memilih bertahan di kapal. Selain itu, aktifis lingkungan hidup internasional itu rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Bali.
Namun Vindy, salah satu aktivis Greenpeace Indonesia menepis jika adanya larangan pihaknya bersandar ke Muncar. "Siapa bilang tidak boleh, kita bebas berlayar kemana aja. kita punya izin lengkap kok," katanya kepada wartawan.
Sementara Komandan Pos Laut Muncar, Letda Pelaut Bambang Supriyadi mengakui kalau memang TNI AL tidak mengizinkan aktivis Greenpeace itu merapat di Pelabuhan Muncar.
Alasannya perairan laut Muncar diketahui sangat tercemar terutama oleh bahan bakar ribuan kapal milik para nelayan. "Kita tidak kepingin mereka tahu dengan kondisi perairan laut Muncar yang sudah tinggi tingkat pencemarannya. Nanti bisa menjatuhkan perekonomian Indonesia sendiri," terangnya saat ditemui di pos Muncar, Kamis (6/12/2007) petang.
Rencananya kapal Greenpeace tersebut akan melanjutkan perjalanannya Bali malam ini.
(gik/gik)











































