Padahal, survey terakhir tahun 2002 jumlah monyet ekor panjang yang mendiami Wendit mencapai R 300 ekor.
Ironisnya, pasca taman wisata ditutup untuk keperluan renovasi monyet ekor panjang ini mulai keluar dari habitatnya dan menjarah ke perkampungan penduduk. Mereka kehabisan cadangan makanan, karena selama bertahun-tahun monyet di Wendit sudah terbiasa mendapatkan makanan dari pengunjung Wendit.
"Mereka juga terganggu aktifitas pembangunan di Wendit serta penebangan pepohonan di sana," kata Chairman ProFauna Indonesia Rosek Nursahid, Selasa (4/12/2007).
Bahkan, sebagian penduduk yang merasa terganggu kehadiran monyet ekor panjang itu mulai menembaki satwa jenis primata ini. Untuk itu, ProFauna mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk bertanggung jawab menurunnya populasi monyet di Wendit. "Karena Pemkab Malang yang membuat monyet di sana bergantung terhadap makanan dari pengunjung," jelasnya.
Pemkab Malang juga harus menempatkan petugas khusus untuk menjaga monyet agar tidak disakiti atau dibunuh. "Pembangunan Wendit jangan sampai mengorbankan monyet atau satwa liar," tegasnya.
(bdh/bdh)











































