Yang ironis, hingga Senin pagi ini belum ada bantuan apapun dari instansi terkait.
Pantauan detiksurabaya.com pagi hari begitu datang ke sekolah, siswa harus terlebih dahulu bergotong royong membersihkan lokal kelasnya yang mengalami banjir akibat air hujan yang tak tertampung genting.
"Kondisi ini sedikit banyak ya mengganggu kegiatan belajar mengajar. Tapi kami komitmen untuk tidak akan meliburkan mereka," kata H Abdul Kholik, Kepala Sekolah MI Al Qoiriyah, saat ditemui detiksurabaya.com, Senin (3/12/2007).
Abdul Kholik menyebutkan dari 6 lokal kelas milik MI semuanya mengalami kerusakan pada bagian gentingnya yang hilang terbawa anging dan sebagian kaca yang pecah.
Selain lokal kelas MI, 3 lokal kelas milik Madrasah Tsanawiyah dan TK pada yayasan yang sama juga mengalami kerusakan yang sama.
Sementara ketika ditanya mengenai adanya bantuan dari Departemen Agama Kabupaten Kediri, sebagai institusi yang menaungi sekolah tersebut, Abdul Kholik mengaku sama sekali belum ada bantuan.
"Ya semoga hari ini mereka akan segera memberikan bantuan, karena kasihan anak-anak harus belajar dalam kondisi seperti ini. Tapi kami akan lakukan perbaikan secepatnya meskipun tidak ada bantuan," lanjut Abdul Kholik.
Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 4 rumah warga dan 1 sekolah yang ada di Desa Petok dan Sodomulyo, Kecamatan Mojo mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin puting beliung pada Minggu petang kemarin.
Bahkan pantauan di lapangan hari ini, jumlah rumah warga dan lokal sekolah yang mengalami kerusakan bertambah.
Di Desa Petok, 2 lokal kelas milik MI Mamba'ul Hikmah dan 2 rumah warga di Desa Sidomulyo juga tampak mengalami kerusakan setelah diterjang anging puting beliung.
(bdh/bdh)











































