Ratusan Warga Tulungagung Kembali Terserang Chikungunya

Ratusan Warga Tulungagung Kembali Terserang Chikungunya

- detikNews
Sabtu, 01 Des 2007 17:06 WIB
Tulungagung - Sekitar 150 warga Dusun Cluwokbono, Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, terserang chikungunya. Yang ironis, kasus serangan chikungunya ini merupakan serangan ke-empat kalinya dalam kurun waktu selama 2 bulan terakhir, dengan jumlah korban ratusn orang.

Terserangnya ratusan orang warga Desa Bono ini sebenarnya juga telah diketahui sejak satu bulan terakhir, namun saat itu warga yang tidak paham dengan gejala-gejala serangan chikungunya hanya menganggapnya sebagai penyakit biasa.

Sayangnya, meski sudah ratusan warga yang terserang, namun hingga saat ini sama sekali belum ada perhatian dari pemerintah setempat.

Salah satu warga Desa Bono yang hingga saat ini anggota keluarganya masih menderita chikungunya, mengaku jika awalnya merasakan pegal-pegal, serta rasa ngilu di persendian.

Saat itu sebenarnya sudah sempat diobatkan ke Puskesmas setempat. Namun karena dianggap sebagai sakit biasa, dia hanya diberikan suntikan layaknya sakit pegal biasa pula. Namun selang 3 hari, gejala chikungunya tersebut dirasakan kembali dan menyebar ke seluruh anggota keluarganya.

"Saat ini istri saya yang masih sakit. Kemarin saya dan anak saya juga terserang," kata Mulyatin (37), sal;ah satu warga Desa Bono yang terserang chikungunya, Sabtu (1/12/2007).

Pengakuan Mulyatin tentang rendahnya pemahaman gejala awal chikungunya juga dikatakan Kepala Dusun Cluwokbono, Bibit Sukamto (43). Dia mengaku jika pemerintah desa setempat baru sadar warganya terserang chikungunya setelah ratusan warga terjangkiti gejala yang sama.

"Saat ini masih ada sekitar 150 warga yang masih menderita chikungunya. Kami awalnya juga tidak mengerti jika gejala itu merupakan serangan chikungunya," kata Bibit Sukamto dalam kesempatan yang sama.

Untuk mengatasi serangan chikungunya yang telah menyebar ke seluruh kampung, Bibit mengatakan jika saat ini pihaknya gencar-gencarnya melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama seluruh warga.

Selain itu, kegiatan foging hari ini juga sudah dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai serangan chikungunya agar tidak semakin menyebar luas.

Serangan chikungunya di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu merupakan kasus yang sama yang sudah terjadi di 3 kecamatan lain di Tulungagung.

Sebelumnya, 30 warga Desa Kendal, Kecamatan Gondang juga terserang penyekit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aygipty tersebut. Selain itu, sekitar 100 warga Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, dan 20 warga Desa Gesekan, Kecamatan Pakel juga mengalami hal yang sama sekitar 2 bulan yang lalu.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait