Akibatnya, 14 siswa dari berbagai sekolah swasta dan negeri di Kota Tahu ini digerebek polisi saat asyik menggelar pesta minuman keras (miras). Namun dengan alasan masa depan, polisi tidak melakukan penahanan dan menyerahkan penanganan siswa kepada masing-masing sekolah.
Ke-14 siswa yang digerebek, 9 diantaranya berasal dari salah satu SMK swasta dan sisanya berasal dari berbagai sekolah setingkat SMA swasta dan negeri yang juga berada di Kota Kediri. Dari penggerebekan ini polisi mengamankan 5 botol miras jenis vodka jumbo, 4 Topi Miring, dan 3 arak jawa.
Penggerebekan yang merupakan ketidaksengajaan ini dilakukan polisi di halaman objek wisata pemandian Tirtoyoso, di Jalan Ahmad Yani Kota Kediri, Jumat siang yang dikenal sebagai tempat siswa bolos sekolah.
"Kami sebenarnya hanya melakukan patroli rutin. Tapi saat melihat ada siswa yang bergerombol dan ketika kami datangi ternyata sedang pesta miras," kata Kanit Reskrim Polsekta Kediri Aiptu Hariyanto, saat ditemui di Mapolsekta Kediri Jalan Taman Makam Pahlawan, Jum'at (30/11/2007).
Namun sayang, ketika diminta menunjukan nama-nama siswa yang tertangkap sedang pesta miras, Hariyanto menolaknya. "Kami mohon jangan ekspos nama-namanya. Kasihan mereka," imbuhnya.
Dijelaskan oleh Hariyanto, jika untuk penanganan terhadap 14 siswa tersebut, semua diserahkan kepada masing-masing sekolah. 14 siswa setelah dilakukan pendataan akan dipulangkan dengan sebelumnya diberikan penjelasan.
"Kami akan segera pulangkan mereka. Untuk penangananya, kami akan panggil masing-masing kepala sekolahnya dan kami serahkan sepenuhnya ke sekolah asal siswa yang bersangkutan," terang Hariyanto.
Ketika ditanya mengapa siswa tersebut tidak dikenakan sanksi hukum, Hariyanto menjawab jika masa depan siswa yang masih panjang menjadi dasarnya.
Sementara salah satu siswa yang tertangkap, IW (16) siswa kelas II salah satu SMK swasta mengaku jika pesta miras tersebut sengaja dilakukan untuk merayakan ulang tahun salah satu temanya.
"Untuk rayakan ulang tahun teman, dan dia pula yang mentraktirnya," kata pelajar kelasII saat ditanya wartawan ketika menunggu jemputan orang tuanya di Mapolsekta Kediri.
(bdh/bdh)











































