Kalah Pilkades Guru Gantung Diri

Kalah Pilkades Guru Gantung Diri

- detikNews
Sabtu, 24 Nov 2007 12:44 WIB
Blitar - Depresi karena kalah bertarung dalam pemilihan kepala desa pada 21 November 2007, Afandi (58) warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru, ditemukan mati tergantung di sebuah gubuk di tengah sawah yang ada di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Blitar, Sabtu (24/11/2007).

Mayat Afandi pertama kali ditemukan oleh Sabar (50) dan Sucipto (51), dua petani asal Desa Kerjen, Kecamatan Srengat yang hendak bekerja di sawah, pada pukul 07.30 WIB pagi tadi.

Begitu menemukan sesosok mayat, Sabar langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Srengat.

Polisi yang melakukan olah TKP akhirnya memutuskan mengirimkan mayat korban ke rumahnya, setelah berhasil menemukan tanda pengenal korban dalam sakunya.

Sementara motif gantung diri ini, akhirnya diketahui dari keterangan salah satu kerabatnya yang menyebutkan jika korban begitu terpukul setelah gagal dalam pertarungan memperebutkan jabatan kepala desa.

"Ya kemarin sempat mencalonkan diri, bahkan fotonya sudah banyak dipasang di beberapa lokasi di desa ini," kata kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya tersebut, saat ditemui di rumah duka.

Namun lelaki setengah baya ini menolak jika penyebab gantung diri ini murni depresi setelah gagal dalam pilkades. Dia menyebut, korban selama ini juga mengeluh penyakitnya tak kunjung sembuh.

"Tapi mungkin juga karena sakitnya yang tak sembuh-sembuh. Bahkan, Pak Afandi sempat mengundurkan diri dalam pencalonanya sebagai kades," lanjutnya.

Sanggahan dari kerabatnya ini dibenarkan oleh Wakimin, salah satu anggota Polsek Kandat yang ditemui saat takziah di rumah korban. Dia menyebutkan jika pada pelaksanan pilkades kemarin, korban juga tak tampak hadir.

"Ya saya pikir mungkin depresi gagal maju jadi kades karena sakit. Kemarin waktu pemilihan dia juga tak hadir, meski dia juga berhasil mendapatkan suara, yaitu 29 batang," kata Wakimin. (fat/fat)
Berita Terkait