Namun tragis, justru Bimo (2) anak semata wayang yang masih lucu-lucunya menghembuskan nafas terakhir, dan kedua orang tuanya kritis. Meski belum diketahui motif dari percobaan bunuh diri sekeluarga ini, kuat dugaan faktor himpitan ekonomi menjadi penyebab utama.
Percobaan bunuh diri ini pertama kali diketahui oleh Itok, salah satu kerabat Muhammad Iyon, yang sore tadi merasa curiga dengan suara orang muntah-muntah dari dalam rumah korban.
"Saya ketok-ketok pintunya tidak ada jawaban, tapi terdengar suara orang muntah terus-menerus. Setelah saya dobrak ternyata Mas Iyon sudah tergeletak di samping Mbak Ita. Bimo anaknya ada di samping kedua orang tuanya," cerita Itok.
Mengetahui hal tersebut, Itok segera memanggil kerabat lainya dan segera melarikan ketiga korban ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Namun sayang, nyawa Bimo tak tertolong setelah mendaptkan perawatan selama 30 menit. "Tadi masuk rumah sakit petang tadi. Dan korban meninggal sekitar jam 6," lanjut Itok.
Sementara kedua korban lainya, yaitu Muhammad Iyon dan Ita saat ini dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Dari hasil pemeriksaan sementara, dokter jaga RSUD dr. Iskak menyebutkan kuat dugaan korban meminum racun tikus.
"Mungkin jenis racun yang diminum adalah Timex. Itu racun yang biasa digunakan untuk membasmi tikus," kata dr. Agus, dokter jaga di RSUD dr. Iskak.
Hingga saat ini belum diketahui motif yang melatar belakangi percobaan bunuh diri dari satu kelaurga ini. namun informasi yang berahasil digali detiksurabaya.com dari beberapa kerabat dekatnya menyebutkan, himpitan ekonomi kemungkinan kuat menjadi faktor utama.
(gik/gik)











































