Mahasiswa menganggap, MT dosen yang mereka demo mempunyai tabiat seringkali melakukan tindakan asusila seperti suka selingkuh dan menggoda perempuan.
Unjukrasa digelar dengan melakukan berbagai orasi dan memajang berbagai poster yang intinya mengecam tindakan yang dilakukan salah seorang dosennya telah mencemarkan nama baik sekolah. Selain diikuti mahasiswa, unjukrasa ini pun diiikuti sejumlah dosen yang menuntut agar rekannya MT mundur dari jabatannya.
"Perbuatan oknum dosen (MT,red) tidak hanya terjadi sekali. Namun telah beberapa kali terjadi. Kami meminta agar ia segera diberhentikan atau mengundurkan diri," kata Agus koordinator unjukrasa dalam orasinya, Kamis (21/11/2007).
Agus mengatakan apabila tindakan oknum dosen tersebut dibiarkan, maka akan mencemarkan nama baik sekolah. Karena sejumlah wanita diantaranya siswa atau ibu-ibu rumah tangga mengaku pernah digoda oleh dosen.
"Malu rasanya kami punya dosen seperti itu. Sekolah kita menjadi bahan pergunjingan karena tindakannya, masak kami harus mencontoh tindakannya yang seringkali melakukan perselingkuhan," ujarnya.
Menurutnya unjukrasa ini digelar karena beberapa mahasiswa setempat pernah memergoki oknum dosen tersebut menggoda mahasiswa perempuan. Sehingga cukup bukti agar dosen tersebut dituntut mundur dari sekolah.
Unjukrasa para mahasiswa pun direspon oleh pimpinan sekolah. Dirasa terdapat bukti yang cukup, pihak sekolah memberikan sanksi dengan membebas tugaskan oknum dosen selama tiga tahun tidak mengajar di sekolah tersebut.
Puas dengan sanksi yang diberikan kepada oknum dosen, beberapa mahasiswa kemudian secara tertib membubarkan diri dan melanjutkan aktivitas perkuliahan.
(bdh/bdh)











































