"Kalau dilakukan di tempat umum, malah jadi bumerang. Bukannya digunakan sesuai yang diinginkan, tapi malah disalahgunakan," kata Tim ahli Badan Penanggulangan Napza dan AIDS (BPNA) Provinsi Jawa Timur, dr Arya Sidemen saat ditemui detiksurabaya.com, Rabu (21/11/07).
Arya menambahkan, bila program penggunaan kondom perempuan dilakukan di tempat umum, seperti halnya sekolah, kampus atau pasar, malah sangat berpotensi disalahgunakan.
"Bayangkan kalau dilakukan di sekolah atau kampus. Sekarang kondom pria dijual bebas. Kontrol perilaku siswa atau mahasiswa juga tidak ketat, malah dijadikan coba-coba," lanjutnya.
Karenanya, acara sosialisasi urgensi penggunaan kondom perempuan harus dilakukan di tempat khusus dengan sasaran tepat. Arya mencontohkan lokalisasi dengan sasaran audiens atau khalayak dari kelompok berisiko terserang penyakit HIV.AIDS.
Apalagi, karakteristik kondom untuk perempuan adalah alat paling ampuh untuk manangkal kehamilan maupun penularan penyakit lewat hubungan seks, yang dikendalikan oleh perempuan sendiri (kalau jondom lelaki tentu harus dengan peran aktif lelaki yang bersangkutan). Sebaiknya kondom perempun tidak dipakai bersamaan dengan kondom lelaki.
Wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi tergolong daerah 'merah' atau endemis virus HIV/AIDS. "Secara nasional, daerah yang dikategorikan sebagai endemi virus HIV/AIDS ini, sekitar 100 Kabupaten dan Kota. 15 kota atau kabupaten diantara daerah rawan itu, berada di wilayah Provinsi Jawa Timur dan salah satunya adalah Kabupaten Banyuwangi dan Jember,"kata dr Arya yang juga anggota Interntional AIDS Society (IAS) itu.
Dua wilayah di ujung timur Pulau Jawa itu, lanjutnya, termasuk 'lima besar' daerah rawan AIDS di Jawa Timur yakni, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Tulungagung dan Jember.
Untuk penaggulangan dan pencegahan penularan virus mematikan itu, di Jember dan Banyuwangi memang telah berdiri Komisi penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan fasilitas Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dikelola RSUD dr Soebandi-Jember dan RSUD "Blambangan-Banyuwangi". (fat/fat)










































