Bunga Bangkai Muncul di Pendopo Pemkab Blitar

Bunga Bangkai Muncul di Pendopo Pemkab Blitar

- detikNews
Rabu, 21 Nov 2007 14:17 WIB
Bunga Bangkai Muncul di Pendopo Pemkab Blitar
Blitar - Pegawai di lingkungan Pendopo Pemkab Blitar dikejutkan dengan munculnya bunga bangkai yang tumbuh di halaman belakang pendopo. Bunga yang memiliki nama latin Raflesia Arnoldy tumbuh semakin besar ini muncul sejak, Sabtu lalu.

Tumbuhnya bunga bangkai tersebut menjadi kekaguman para pegawai juga menjadi kekaguman bagi beberapa petugas cleaning service yang setiap hari bekerja di sana. Mereka kebayakan tidak mengetahui secara pasti kapan bunga tersebut mulai tumbuh, karena mereka baru mengetahui keberadaan bunga tersebut setelah tercium bau busuk yang sangat menyengat.

M Soim (30) salah satu petugas kebersihan di lingkungan pendopo Kabupaten Blitar mengungkapakan, dirinya tidak tahu persis kapan munculnya bunga tersebut. Dia baru mengetahui keberadaan bunga tersebut hari Senin yang lalu karena pada hari Sabtu dan Minggu libur,

"Saya terkejut ketika pertama kali melihatnya, saya pun langsung memberitahu kepada bapak (Bupati Blitar Herry Nugroho, red)," jelas Soim kepada detiksurabaya.com Rabu (21/11/2007).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Suhartono (32), sejak tahun 2000 bekerja sebagai petugas kebersihan di pendopo baru kali ini bunga bangkai tumbuh. Dia juga merasa heran bagaimana proses tubuhnya bunga tersebut. "Biasanya kalau bunga yang lain ditanam dulu baru tumbuh, tapi ini gak ada yang menanam tiba-tiba kok tumbuh sendiri," jelas Suhartono.

Sementara itu Bupati Blitar Herry Nugroho saat di konfirmasi juga merasa heran, mengapa bunga tersebut tumbuh. Namun menurutnya, bunga bangkai dapat tumbuh dengan sendirinya, dan akan mati dalam waktu tujuh hari. Pada dua hari pertama kemarin, bunga tersebut setiap malam mengeluarkan bau yang menyengat. Namun mulai Selasa malam kemarin sudah tidak mengeluarkan bau lagi.

"Hingga saat ini diameter hampir 50 cm, tumbuhnya bunga ini sebagai pertanda apa? saya juga tidak tahu, menurut saya cuma fenomena alam biasa," ungkapnya.
(bdh/bdh)
Berita Terkait