Tragisnya, peristiwa yag sempat menggegerkan warga desa setempat tersebut terjadi antara mertua dengan menantu. Sutisna, sang mertua nampaknya tidak rela dan tetap ngotot untuk mengasuh Minati (17), anak dari H Hazbullah, yang tak lain menantu dari tersangka.
Meski telah diasuh selama belasan tahun oleh mertuanya, namun Hazbullah sebagai orangtua merasa berhak untuk meminta Minati kembali untuk diasuhnya.
Namun niat sang menantu untuk merampas cucu kesayangannya itu justru ditolak keras bahkan mendapatkan perlawanan hingga berujung pada duel fisik antara menantu dan mertua yang berlangsung sekitar jam 23.00 WIB, Senin malam kemarin.
Jerit histeris Minati yang mencoba melerai dan menengahi pertengkaran panas antara ayah dan kakeknya itu, ternyata tak mampu meredam emosi dan gelegak amarah Sutisna.
"Kami juga tak bisa berbuat banyak, karena yang bertengkar itu antara mertua dan menantu. Tapi kami tak menyangka jika Pak Sutisna nekat membacok tangan mertuanya dengan clurit, karena cek-cok mulut rebutan Minati itu sebenarnya sudah kerap terjadi," tutur Fathorrachman (41), salah seorang kerabat Sutisna, saat dimintai kesaksiannya di Mapolsek Kapongan, Selasa (20/11/2007) kepada detiksurabaya.com.
Akibat tebasan clurit mertuanya, malam itu juga H Hazbullah dilarikan ke RSUD Situbondo. Sedangkan sang mertua, Sutisna, saat ini harus mendekam di sel tahanan Polsek Kapongan setelah sebelumnya dicokok polisi dari rumahnya.
(bdh/bdh)











































