Kepada detiksurabaya.com saat dirawat di RS Wahyu Tutuko Polwil Bojonegoro, Selasa (20/11/2007), Samsul mengaku telah 2 kali ini melakukan penjambretan di atas KA dengan modus membius korbannya. Korban yang akan dijadikan sasaran kali ini adalah Imam Saadulah, warga jalan Tipok Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Samsul mengincar Imam sebagai korbannya yang duduk bersebelahan dalam KA Kertajaya sejak berangkat dari Jakarta, Senin (19/11/2007) kemarin. Sampai di Cepu, Samsul memberikan minuman suplemen yang sudah dicampur obat bius pada Imam yang sebelumnya telah diramu oleh Heru, teman Samsul yang kini masih buron.
"Mau masuk Stasiun Bojonegoro, Imam sudah tidak sadar. Setelah saya ambil uangnya, saya lari loncat dari KA," akunya. Tak lama kemudian warga pinggir rel KA menemukan pria berusia 47 tahun itu sudah pingsan di tanah dengan tubuh penuh luka kemudian melaporkannya pada Polsekta Bojonegoro.
"Dari tangan tersangka, kami dapatkan uang barang bukti penjambretan sebanyak Rp 540 ribu. Kami belum melakukan pemeriksaan, sebab tersangka masih dalam perawatan di RS Wahyu Tutuko Polwil," jelas AKP Dumas Barutu, Kapolsekta Bojonegoro.
Demi pengamanan selama dalam perawatan, pergelangan kaki kiri Imam diborgol pada tempat tidur rumah sakit. 2 Orang anggota Polsekta Bojonegoro berjaga di depan kamar kelas III/Pria, RS Wahyu Tutuko Polwil Bojonegoro, tempat Imam dirawat.
Sedangkan Imam Saadulah, korban pembiusan Samsul, diturunkan di Stasiun Kota Bojonegoro dalam keadaan tidak sadar. Kini Imam sedang menjalani perawatan intesif di RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro karena keracunan. (bdh/bdh)











































