Perampok Berpistol Gasak Harta Pengusaha Grosir
Senin, 19 Nov 2007 19:36 WIB
Mojokerto - Hariono (40), pengusaha dan pemilik grosir di Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dirampok 6 orang dengan memakai pedang dan pistol. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dan dilaporkan ke Polsek Kutorejo, Senin pagi (19/11/2007). Kepada detiksurabaya.com, Kepala Satuan Reskrim Polres Mojokerto, AKP Kusworo Wibowo mengatakan, polisi masih memburu para pelaku. Namun, Kusworo menolak berkomentar saat ditanya keterlibatan seseorang dengan senjata api jenis pistol dalam perampokan tersebut. Menurut Kusworo, dari 6 pelaku perampokan, 2 di antaranya bersenjata api dan 2 lainnya membawa pedang. "Dari pengakuan pemilik rumah, memang ada pelaku yang mengaku polisi. Tapi masih kita selidiki. Untuk jenis senjata api yang digunakan pelaku, jelas bukan jenis revolver," kata Kusworo. Sementara saat ditemui di rumahnya, Hariono masih terlihat shock dan bersedih. Menurut Hariono, kejadian itu berlangsung sangat cepat. Usai menonton televisi, Hariono tertidur pulas di kursi ruang tamu, sedang istri dan 2 anaknya, pulas di kamar tidur. Hariono terbangun saat mendengar suara gaduh di luar rumah. "Setelah saya lihat, tiba-tiba seorang pelaku menodongkan pistol dan minta agar semua uang dan perhiasan saya diserahkan. Ada yang mengacungkan pedang dan pistol ke arah saya," ujar Hariono. Karena berupaya melawan, seorang pelaku memukul Hariono dengan helm hingga jidat Hariono terluka. Pelaku lalu masuk ke rumah lalu mengikat dan menyekap istri dan anaknya, di ruang tengah. Sementara anak bungsu Hariono, Diah Ariyanti (20, ketakutan dan bersembunyi. Para perampok lalu menguras habis seisi rumah. Selain membawa uang tunai sebesar Rp 22 juta, perampok juga membawa perhiasan seberat 26 gram yang terdiri dari 9 gelang senilai Rp 35 Juta dan 2 kalung emas senilai Rp 6 Juta. Termasuk pula 5 karung rokok, STNK sepeda motor, dan HP Nokia serta Sony Ericsson. Para perampok tersebut lalu kabur dengan mengendarai 3 sepeda motor jenis Honda ke arah timur. Setelah perampok kabur, Diah Ariyanti yang tidak ikut disekap, keluar dari persembunyian. Tak lama berselang, Hariono lalu berteriak meminta tolong ke warga sekitar.
(bdh/bdh)











































