Buruh Rokok Tuntut Harga Cukai Diturunkan
Senin, 19 Nov 2007 13:35 WIB
Kediri - Sekitar 500 buruh dari perwakilan pabrik rokok kecil menengah yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia (ASPRI) dan Asosiasi Roko Tulungagung (ARTA), menggelar demo di depan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe A3 Kediri, Senin (19/11/2007). Mereka menuntut agar Peraturan Menteri Keuangan No 134/PMK.04.2007, yang salah satu pointnya menyebutkan, kenaikan tarif cukai rokok hingga mencapai 5 kali lipat, yaitu dari tarif saat ini sebesar 4%, menjadi 22% atau sebesar Rp 35 per batang rokok mulai tahun 2008 mendatang dibatalkan. Namun sayang demo tersebut dianggap salah sasaran oleh Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe A3 Kediri.Dalam demo tersebut, ratusan buruh menyerukan agar Permenkeu dapat dibatalkan. Sebab bisa menimbulkan ancaman perusahaan tempat mereka bekerja. Para buruh yang berdemo membawa beberapa spanduk yang sebagian besar mengecam kenaikan tarif cukai roko tersebut. Diantaranya, "Kami Bukan Mesin, Jangan Samakan Kekuatan Kami dengan Mesin".Koordinator lapangan aksi demo buruh pabrik rokok, Yanto (41) menyebutkan, tarif yang dianggap tepat jika memang diharuskan naik adalah 6%. "Kami rasa kenaikan sebesar 5 kali lipat itu sangan memberatkan. Kami usulkan agar kenaikan hanya 6%, dimana kami masih dapat menjual roko produksi kami," katanya kepada wartawan. Yanto menjelaskan jika, kenaikan tarif cukai rokok tersebut tetap dilaksanakan, maka sekitar 447 perusahaan rokok kecil menengah di Kediri, Nganjuk, Jombang dan Tulungagung terancam gulung tikar. "Dapat dibayangkan berapa jumlah buruh yang harus di PHK, makanya kami sangat memohon Ibu Menteri Keuangan mempertimbangkan hal itu," imbuhnya dengan berapi-api. Sementara Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe A3 Kediri, Iyan Rubiyanto, saat ditemui seusai aksi demo buruh menyesalkan digelarnya aksi tersebut di depan kantornya, karena dianggap salah sasaran. "Saya anggap salah sasaran. Kami ini hanya kantor pelayanan, bukan pembuat kebijakan. Ya kalau pesan pita cukai silahkan ke sini," katanya kepada puluhan wartawan yang ditemui di ruang kerjanya di Jalan Letjend Suprapto Kediri. Namun Iyan berjanji akan melanjutkan apa yang menjadi aspirasi para buruh rokok tersebut. "Ya nanti kami akan melanjutkan aspirasi mereka kepada pihak yang menjadi tujuan tuntutan tersebut," katanya.
(fat/fat)











































