Minum Air dari Jerigen Pestisida, Pasutri Tewas di Hutan
Minggu, 18 Nov 2007 17:49 WIB
Banyuwangi -
Sungguh malang nasib pasutri asal Desa Bangunsari Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Keduanya ditemukan tewas pukul 10.00 WIB, Minggu (18/11/2007) di dalam hutan desa setempat. Diduga kematiannya akibat meminum air yang bercampur dengan pestisida.Mulyadi ditemukan tewas di dalam sebuah gubuk, dan Sahdiyah sang istri, ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup di dekat sungai, 50 meter dari jasad suaminya.Mengetahui ada mayat di dalam hutan, saksi mata Jono, Rofiq dan Ehak yang hendak mencari tanaman pakis itu langsung lari menuju rumah kepala dusun setempat.Kepada polisi dari Polsek Songgon, ketiga saksi itu mengaku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, setelah polisi melakukan olah tkp, ditemukan adanya botol pestisida kecil warna putih.Kapolsek Songgon AKP Mulyono menjelaskan kalau kematian pasangan suami istri itu adalah diduga kelalaian. Sebab, jirigen putih yang ditemukan di dalam gubuk yang biasa digunakan untuk istirahat Mulyadi dan Sadiyah itu, ternyata sebelumnya digunakan untuk mengoplos obat pestisida jenis dacis. Rupanya jirigen tersebut setelah dicuci di sungai, digunakan untuk menampung air minum. Tidak heran, dari kedua mulut petani vanili yang tewas itu tercium bau pestisida yang sangat menyengat."Untuk sementara, polisi menduga ini adalah kematian yang disebabkan oleh kelalaian dari si korban sendiri. Jerigen bekas tempat oplosan racun pestisida, digunakan untuk menampung air minum. Untuk tanda-tanda apakah korban bunuh diri, masih belum jelas. Sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi," jelas Mulyono.Namun sayangnya, ketika polisi meminta agar kedua jasad tersebut diotopsi, Jamal, salah satu putra korban, menolak mentah-mentah. Pihak anak-anak korban mengaku ikhlas atas kematian kedua orang tuanya."Tidak usah otopsi, kami sudah terima apa yang sudah menjadi takdir kematian orang tua kami," ujar Jamal pasrah. Sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah poastri malang itu dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Adanya kejadian tersebut, sempat mengundang perhatian ratusan warga desa setempat.
(bdh/bdh)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































