Satlak Kelud Pertanyakan Bantuan dari Trans Corp

Satlak Kelud Pertanyakan Bantuan dari Trans Corp

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 19:34 WIB
Kediri - Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Kediri mempertanyakan bantuan sebesar Rp 500 juta dari Trans Corp yang diberikan secara simbolis saat kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di lokasi pengungsian. Hingga kini bantuan tersebut belum juga dicairkan. Pernyataan tersebut disampaikan Insiden Comander Satlak PB Kabupaten Kediri Endy Servandi saat memberikan keterangan pers seputar laporan pertanggung jawaban penggunaan dana selama penanganan pengungsian Gunung Kelud di poso utama Satlak PB, Kediri, Jum'at (16/11/2007). "Kita nggak tahu apa mau mereka, tapi kami sangat kecewa dengan adanya bantuan'fiktif' tersebut," kata Endy Servandi. Endy menjelaskan, jika bantuan yang dianggap 'fiktif' tersebut datang dari seorang pemilik salah satu televisi swasta nasional Trans 7 dan Trans TV, Chairul Tanjung.Menurut Endy, saat itu Chairul datang ke lokasi pengungsian di Desa Siman, Kecamatan siman bersamaan dengan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Menurutnya, Chairul Tanjung menyerahkan selembar foam bertuliskan pemberian bantuan oleh Trans 7 sebesar Rp 250 juta dan Trans TV sebesar Rp 250 juta. "Sudah berselang hampir sebulan, tapi bantaun berupa uang belum kami terima," imbuh perwira TNI yang akan segera melakukan ibadah haji tersebut. Endy Servandi berharap bantuan tersebut dapat secepatnya dicairkan karena keberadaa dana tersebut sangat dibutuhkan oleh Satlak PB, meskipun saat ini status Gunung Kelud sudah berstatus siaga. "Meski sudah siaga, keperluan dana kan tidak terduga. Kita tidak tahu apabila setiap saat Gunung Kelud dapat berstatus awas kembali," lanjut Endy Servandi. (bdh/bdh)
Berita Terkait