Pabrik Miras Palsu Digerebek, Ribuan Botol Diamankan
Kamis, 15 Nov 2007 16:42 WIB
Kediri - Pabrik minuman keras (miras) merek mansion dan vodka yang diduga palsu, Kamis (15/11/2007) digerebek Satuan Reskoba Polresta Kediri. Dari penggrebekan ini diamankan ribuan botol miras dan alat produksinya. Serta 5 orang tersangka yang merupakan pekerja pabrik tersebut. Penggerebekan ini dilakukan polisi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, apabila di wilayah Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri terdapat bangunan rumah yang sering dijadikan pesta minuman keras. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata didalamnya juga terdapat proses produksi miras yang diduga palsu. "3 Bulan kita lakukan penyelidikan, dan hasilnya sekitar pukul 14.30 WIB siang tadi kita berhasil menggrebeknya," kata Kasat Reskoba Polresta Kediri, AKP Sudadi. Sudadi menjelaskan jika dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan ribuan botol miras yang dikemas dalam ratusan kardus siap edar, seperangkat alat produksi miras dan 5 orang tersangka. Lima orang tersangka yang diamankan adalah Agung Hermawan (37), Harianto (32), Subantoro (33) dan Sudarto (23). keempatnya warga Kelurahan Balowerti, Kota Kediri.Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Subroto (31), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. "Tersangkanya lima orang dan miras yang diamankan di mapolresta ada 114 kardus. Namun di pabriknya kita masih sita sekitar 200 kardus yang telah kita amankan dengan garis polisi," imbuh Sudadi. Sementara Agung Hermawan, salah satu tersangka mengaku dia dan kawan-kawannya hanya pekerja yang keseharianya mengoperasikan proses produksi miras. Sedangkan pemiliknya berinisil ED ketika dilakukan penggrebekan sedang melakukan pemasaran miras ke beberapa pelanggannya. "Saya dan kawan-kawan itu hanya pesuruh. Yang punya pabrik orang Baloerti Gang Balong dan saat digerebek sedang jualan," kata Agung Hermawan. Agung mengatakan, jika pabrik tempatnya bekerja telah beroperasi sejak 6 bulan terakhir, dengan kapasitas produksi ratusan botol setiap harinya.Untuk pemasaran miras dari produksinya, Agung menjelaskan jika selama ini dipasarkan secara sembunyi-sembunyi. "Biasanya transaksi di pinggir jalan. Ini untuk menghindari pengawasan polisi," katanya. Sementara ketika ditanya keaslian miras yang menjadi produksi tempatnya bekerja, Harianto, salah satu tersangka lainnya mengaku dengan terang-terangan miras tersebut palsu. "Jelas palsu, lha wong bahan bakunya hanya air dan alkohol. Untuk labelnya didapatkan dari Mojokerto," jelas Harianto.
(bdh/bdh)











































