Ambil Gambar Kawah Kelud Wartawan Harus Izin Bupati
Selasa, 13 Nov 2007 10:36 WIB
Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri secara tegas melarang semua wartawan yang berniat mengambil gambar aktivitas Gunung Kelud melalui monitor kamera CCTV yang berada di Pos Pantau di Desa Margomulyo.Untuk mengambil gambar aktivitas Kelud, wartawan diharuskan mendapat izin terlebih dahulu dari Bupati Kediri. Etika pemanfaatan fasilitas milik pemkab menjadi alasan utama pelarangan itu. "Harus ada izin. Etikanya kalau akan menggunakan barang orang lain kan harus izin terlebih dahulu. Kita sama sekali nggak bermaksud mempersulit kinerja wartawan," kata Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo, Selasa (13/11/2007). Sebelumnya, Senin kemarin beberapa wartawan TV sempat bersitegang dengan petugas Pos Pantau Margomulyo yang melarang wartawan mengambil gambar aktivitas Gunung Kelud dari rekaman CCTV, padahal saat ini penjagaan menuju danau kawah diperketat. Petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) beralasan jika untuk bisa mengambil gambar dari CCTV harus mendapatkan izin dari Pemkab Kediri. "Kita tidak mau kembali mendapatkan teguran dari pemkab, kita ini di sini hanyamembantu pemkab dan yang berwenang atas kepemilikan gambar rekaman di CCTV ituPemkab, makanya izin saja dulu," kata Kepala Sub Bidang Pengamantan Gunung Api, Agus Budianto di Pos Pantau Margomulyo. Agus Budianto menceritakan jika saat PVMBG memutuskan mempublikasikan gambar kepulan asap dari danau kawah beberapa saat lalu, pihaknya sempat mendapatkan teguran keras dari Bupati Kediri, Ir Sutrisno. "Yang berwenang memiliki gambar itu kan pemkab, kenapa PVMBG berani memberikannya kepada wartawan sebelum ada izin," kata Agus Budianto menirukan kata-kata teguran dari bupati. Tindakan pemkab yang mempersulit wartawan mengambil gambar danau kawah inilah yang menyulut dugaan di kalangan wartawan jika saat ini pemkab berniat mengkomersilkan gambar tersebut. Namun lagi-lagi Pemkab Kediri membantah dengan keras adanya dugaan tersebut. "Tidak benar ada rencana mengkomersilkan," kata Sigit Raharjo.Namun yang unik, meski menolak disebut mengkomersilkan, Sigit justru mengakui jika Pemkab melalui dinas Pariwisata saat ini memiliki rencana untuk mendirikan studio yang berisikan gambar video berisikan segala sesuatu menganai Gunung Kelud. "Ada rencana nantinya akan dibentuk seperti studio di Merapi, dan sumber gambarnya dari rekaman CCTV itu," lanjut Sigit Raharjo. Pemkab juga memberikan satu solusi bagi warga dan wartawan yang akan mengambil gambar danau kawah, akan disediakan sebuah kamera di ruang tamu Pos Pantau Margomulyo. "Saat ini semua sedang dibahas dan kemungkinan akan direalisasikan," imbuh Sigit Raharjo.
(bdh/bdh)











































