Hujan Abu Dera Kediri, Penjual Masker Panen
Senin, 12 Nov 2007 14:30 WIB
Kediri -
Hujan abu yang mengguyur Kediri akibat letusan freatik di Gunung Kelud di luar dugaan masyarakat. Namun akibat hujan abu ini, penjual masker mendapatkan keuntungan secara mendadak. Pantauan detiksurabaya.com, hujan abu ini mulai dirasakan di Kota Kediri sejak pukul 08.00 WIB. Sebagian besar warga baru sadar jika perjalanannya terganggu dengan hujan abu saat ada di jalan raya. "Ya tiba-tiba mata kok perih. Terus di jaket kok kelihatan seperti ada ketombenya, eh nggak taunya hujan abu," kata Ahmad, salah satu karyawan bank pemerintah di Kota Kediri yang ditemui saat membeli masker di apotek, Senin (12/11/2007). Pernyataan serupa diberikan oleh Rika Susanti, karyawan perusahaan swasta. Dia mengaku jika sama sekali tak menduga akan hujan abu, karena Gunung Kelud sudah batal meletus."Di TV kan beritanya statusnya sudah turun, lha kok sekarang hujan abu," katanya sambil terheran-heran. Hal serupa juga diakui oleh penjual masker sendiri. Mereka sama sekali tak menduga jika stok masker yang ada di tokonya akan diborong warga."Saya sendiri baru ngerti kalau hujan abu dari pembeli yang bercerita. Ya lumayan buat pelaris, dari pagi banyak yang nyari masker," kata Sukmawati (28), salah satu karyawan apotek di Kota Kediri.Bahkan berdasarkan pantauan detiksurabaya.com, bukan hanya penjual masker di apotek yang kebanjiran pembeli dadakan. Penjual sapu tangan di tepi jalan juga kebagian rezeki dadakan tersebut. "Baru menata dagangan, eh sudah banyak yang nyari slayer (sejenis sapu tangan, namun berukuran lebar)," kata Solikin, pedagang topi dan sapu tangan di tepi Jalan Patimura Kota Kediri.
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































