Kubah Lava Gunung Kelud, Antara Berkah dan Ancaman

Kubah Lava Gunung Kelud, Antara Berkah dan Ancaman

- detikNews
Jumat, 09 Nov 2007 13:36 WIB
Kediri - Kemunculan kubah lava, yang oleh masyarakat awam disebut sebagai anak Gunung Kelud di tengah danau kawah, merupakan suatau "berkah" bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, yang berencana membangunnya menjadi objek wisata. Namun dibalik kubah lava ini, ternyata memiliki potensi bencana alam yang besar, karena telah terjadi perubahan karakter letusan di gunung api dengan ketinggian 1731 meter di atas permukaan laut ini. Sejak kabar kemunculan kubah lava pada tanggal 3 Nopember lalu, Pemkab Kediri sudah berencana membangunnya menjadi satu objek wisata pengganti danau kawah, yang terancam hilang akibat kemunculan kubah lava. Pemkab justru menganggap kemunculan kubah lava suatu berkah, karena rasa penasaran masyarakat untuk selalu mengetahui "wajah baru" Gunung Kelud, akan dapat mengahasilkan pemasukan yang besar. "Siapa bilang objek wisata akan hilang. Justru kubah lava ini akan menarik minat besar masyarakat untuk mengetahuinya. Anda sendiri penasaran nggak," kata Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo, saat ditanya mengenai fenomena kemunculan kubah lava yang berpotensi menghilangkan danau kawah, Jumat (9/11/2007). Sigit Raharjo menambahkan, jika rencana pembangunan objek wisata Gunung Kelud dari sebelumnya terfokus pada danau kawah dan kini berencana pada kubah lava, akan terus dilanjutkan. Dibalik "berkah" kemunculan kubah lava di danau kawah Gunung Kelud, bagi Pemkab Kediri, ternyata ancaman bencana alam besar masih menghantui. Bahkan ancaman bencana yang ditebarkan, diperkirakan akan jauh lebih besar dari letusan sebelumnya.Hal ini diungkapkan ketua tim tanggap darurat Gunung Kelud, Umar Rosadi, saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com, di Pos Pantau Marghomulyo, Kamis, 8 Nopember kemarin. "Potensi letusan masih tetap ada selama aktivitas vulkanik masih terakam. Bahkan jika ada kubah lava, bukan tidak mungkin akan jauh lebih berbahaya," kata Umar Rosadi. Umar menjelaskan, ancaman bencana besar ini disebabkan adanya kemungkinan perubahan karakter letusan dari Gunung Kelud. Dari sebelumnya letusan pyroklastik, atau letusan dengan dominasi material bebatuan dan abu, dengan adanya kubah lava, dimungkinkan akan terjadi letusan dengan guguran lava pijar dan awan panas. "Mungkin akan seperti Gunung Merapi atau Krakatau yang menyemburkan awan panas dan lava pijar. Gunung Kelud akan berbahaya, karena dekat dengan pemukiman warga," lanjut ahli deformasi dari Pusat Vulkanologio dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini. Namun untuk mengjindari keresahan masyarakat, Umar Rosadi juga mengatakan jika kemungkinan itu bisa saja tidak terbukti. Semua baru perkiraan. "Alam dapat berubah secara cepat, dan semua perkiraan di Gunung Kelud bisa saja tidak terbukti. Apalagi pertumbuhan kubah lava masih terjadi, dan ukuranya belum kita ketahui," katanya. (mar/mar)
Berita Terkait