2 Sipil Dianiaya, Warga Ancam Demo Korem

2 Sipil Dianiaya, Warga Ancam Demo Korem

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2007 16:42 WIB
Mojokerto - Warga Magersari, Kota Mojokerto mengancam akan berunjuk rasa ke Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya, jika kasus penganiayaan terhadap 2 warga sipil oleh warga asrama Korem 082, tidak diusut tuntas. Rencana unjuk rasa ini disampaikan Yusuf Darmawan (27), salah seorang korban kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (7/11/2007). "Beberapa warga di sini sudah sepakat jika kasus ini tidak diusut tuntas, maka akan menggelar unjuk rasa," kata Yusuf. Menurut Yusuf, kasus yang sama juga pernah terjadi tahun 2004 lalu. Saat itu, sejumlah warga Lingkungan Margosari, terlibat tawuran dengan para penghuni Asrama Korem 082. "Warga dan penghuni asrama lalu berdamai, tapi ya tidak bisa benar-benar akur," kata YusufKorban lainnya, Anto Ahadiantoro (25), menyatakan sama sekali tidak mengetahui penyebab pengeroyokan yang dilakukan warga asrama Korem 082 . "Seusai tabrakan, kami berdamai, tapi tiba-tiba kepala dan perut saya dipukul seorang berbadan kekar dari arah belakang," kata Anto. Saat diperiksa di Unit Gawat Darurat RSUD Wahidin Sudirohusodo, Anto maupun Yusuf mengeluarkan biaya sendiri. Keduanya menghabiskan dana sekitar Rp 200 ribu, termasuk untuk membeli obat yang diresepkan dokter.Menanggapi hal ini, Detasemen Polisi Militer V/2 Brawijaya menolak berkomentar atas kasus penganiayaan terhadap 2 warga sipil di Asrama Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya. "Lebih baik tanya saja ke bagian penerangan saja mas, di sini bukan tempat konfirmasi," kata seorang petugas Denpom V/2 Brawijaya. Saat para wartawan mengonfirmasi ke jajaran Penerangan Korem (Penrem) 082/Citra Panca Yudha Jaya, para wartawan pun hanya ditemui staf. Sekitar 1 jam menunggu di ruang tamu, para wartawan, termasuk detiksurabaya.com, tidak ditemui seorang pun dari jajaran Penrem 082/Citra Panca Yudha Jaya. Selain para wartawan, orangtua kedua korban pengeroyokan di asrama Korem 082, Sutrisno, juga datang ke Markas Denpom V/2 Brawijaya. "Sebagai orangtua saya tidak terima kedua anak saya dipukuli seperti itu. Kasus ini harus diusut," kata Sutrisno, yang juga purnawirawan TNI AD berpangkat Serka. Sama seperti para wartawan, Sutrisno juga hanya ditemui petugas. "Kasus ini sudah ditangani pak, percayakan kepada kami," kata petugas Denpom V/2 Brawijaya. Karena tidak ada penjelasan dari pihak TNI, sejauh mana perkembangan kasus tersebut juga belum diketahui. (mar/mar)
Berita Terkait