Hujan Abu di Kelud Bercampur Material Pasir
Rabu, 07 Nov 2007 08:43 WIB
Kediri - Beberapa wilayah di Kecamatan Ngancar dan Wates Kediri sempat diguyur hujan abu pada dini hari, Rabu (7/11/2007). Namun, hujan abu tersebut terhenti sesaat matahari mulai menampakkan cahayanya.Masyarakat dan warga di kawasan Gunung Kelud dan sekitarnya kaget, manakala melihat sisa hujan abu di daun, di atas sepeda motor ataupun mobil.Wajar saja bila warga di kawasan Ngancar kaget, sebab hujan abu melanda wilayah tersebut saat masih terlelap.Menurut Agus Budianto staf ahli geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kepada detiksurabaya.com bahwa hujan abu tersebut bukan berasal dari Gunung Kelud. Dia menambahkan, Kelud tidak akan mengeluarkan guyuran abu karena baru memasuki tahapan erupsi effusif (keluarnya vulkanik secara perlahan)."Hujan abu tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB. Ini bukan dari Gunung Kelud ini berasal dari Gunung Semeru. Parameternya angin bertiup dari arah utara menuju ke selatan," jelasnya.Hujan abu yang turun kali ini, kata dia, terasa berbeda dengan hujan abu yang melanda beberapa hari lalu. Hujan abu kali ini terasa kasar bercampur dengan material pasir. Menurutnya Kelud tidak akan mengeluarkan guyuran abu karena baru memasuki tahapan erupsi effusif (keluarnya vulkanik secara perlahan).Hujan abu juga melanda kawasan Blitar dan sekitarnya yakni, kawasan yang dekat dengan Gunung Kelud yaitu Kecamatan Legok dan Kecamatan Garum di Kabupaten Blitar.
(wln/fat)











































