Gunung Kelud Meradang
Bupati Blitar Terbitkan SK Evakuasi Paksa
Minggu, 04 Nov 2007 02:13 WIB
Blitar - Tidak ada toleransi lagi terhadap warga yang bandel bertahan di kampungnyadi Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, II dan I Gunung Kelud Kabupaten Blitar. Mereka yang ngotot tetap tinggal di rumahnya, akan dipaksa mengungsi ke jarak aman, lebih dari 10 km dari puncak Kelud.Sikap tegas Pemkab Blitar tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Evakuasi Warga terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang terus meningkat.SK yang ditandatangani Bupati Herry Nugroho tersebut memberikan kewenangan kepada Kapolres Blitar untuk mengosongkan KRB III, II dan I dari seluruh aktivitas warga. "Artinya ya warga harus meninggalkan area berbahaya tersebut," terang Humas Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Sukamtono saat ditemui detiksurabaya.com.SK Bupati Blitar yang memberikan kewenangan Kapolres Blitar untuk melakukanevakuasi paksa tersebut, terungkap dalam Rapat Koordinasi Satlak PBP KabupatenBlitar yang selesai Sabtu (03/11/2007) sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut Sukamtono, bagi pemerintah memilih lebih baik dicaci warga karena memaksa mereka keluar dari kawasan rawan. Daripada menuruti keinginan warga bertahan di rumahnya masing-masing, tetapi jiwa mereka terancam saat Kelud benar-benar meletus."Bagi pemerintah lebih baik berjaga-jaga daripada membiarkan warga berada di kawasan bahaya. Kalaupun warga marah-marah karena harus meninggalkan rumah dan harta benda mereka, yang penting jiwa mereka selamat. Ya sudah menjadi risiko kami diprotes warga yang tidak mau mengungsi," imbuh Sukamtono.Lebih lanjut pejabat yang dikenal dekat dengan kalangan wartawan di Blitar tersebut menjelaskan, evakuasi paksa tidak hanya akan dilakukan di wilayah Kecamatan Nglegok.Tetapi juga di wilayah Kecamatan Garum dan Kecamatan Gandusari. Sementara itu,menurut pengakuan warga yang tepaksa mau mengungsi di Posko Pengungsi Terpadu diLapangan Nglegok, masih banyak tetangga mereka yang memilih nekad bertahan di rumah. Seperti di Kampunganyar, Gambar, dan Kalibladak."Tetangga-tetangga saya masih banyak yang di atas (di kampung-red) karenaberjaga-jaga jangan sampai ternak-ternak mereka dicuri orang memanfaatkan situasi Gunung Kelud," kata Mardianto (27) salah satu pemuda Dusun Kalibladak kepada detiksurabaya.com di Posko Pengungsi Terpadu di Lapangan Nglegok.Sementara itu, aktivitas vulkanik Kelud terus meningkat. Saat diwawancarai sebuah radio swasta di Blitar, Minggu (4/11/2007) sekitar pukul 00.30 WIB, petugas Pos Pantau Margomulyo Umar Rosadi mengatakan kalau suhu air danau kawah di kedalaman 15 m di bawah permukaan menembus angka 56,4 derajat celcius.
(gik/gik)











































