Takut Kelud Meletus, Siswa Dipulangkan Dini

Takut Kelud Meletus, Siswa Dipulangkan Dini

- detikNews
Sabtu, 03 Nov 2007 10:46 WIB
Blitar - Sebagian siswa di Kota Blitar, Rabu (03/11/2007) dipulangkan lebih dini sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah sekolah memutuskan menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar dan memulangkan siswanya, karena aktifitas vukanik Gunung Kelud semakin menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan untuk meletus sewaktu-waktu.Informasi yang dikonfirmasikan Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten dan Kota Blitar dari Pos Pantau Margomulyo, hingga pukul 08.00 WIB pagi, suhu air danau kawah pada kedalaman 15 m di bawah permukaan menembus angka 45,9 derajat Celcius. Sedangkan gempa tremor juga masih terus terjadi secara terus menerus, dengan amplitudo 0,5 - 10 mm. Sedangkan gempa vulkanik dangkal periode pukul 00.00 - 06.00 WIB tadi pagi, terekam 167 kali dengan amplitudo 1,5 - 20 mm.Perkembangan aktivitas vulkanik Kelud tersebut selalu dipublikasikan oleh radio-radio siaran di Blitar. Sehingga sejumlah sekolah yang memutuskan untuk memulangkan siswanya sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi, salah satunya, SMA Negeri 3 Blitar di jalan Ciliwung. "Tadi pagi guru-guru dikumpulkan Kepala Sekolah. Terus guru-guru mengumumkan siswa dipulangkan lebih awal, karena kata guru-guru kondisi di utara (Kelud - red) genting," ungkap Kristin siswi klas 3 SMA Negeri 3 Blitar saat ditemui detiksurabaya.com.Suasana hiruk pikuk juga terlihat di SMA Negeri 1 Blitar di jalan Ahmad Yani. Salah satu sekolah favorit di Kota Blitar tersebut juga memulangkan siswa-siswinya lebih dini karena khawatir dengan perkembangan aktifitas vulkanik Kelud yang terus meningkat. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Drs Pratignyo Yitno Sutomo menyatakan, pihaknya menyerahkan kepada masing-masing sekolah untuk mengambil keputusan. Jika Kepala Sekolah menganggap situasi semakin mengkhawatirkan, apalagi jika memiliki siswa-siswi yang berasal dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) seperti siswa dari Kecamatan Nglegok, Garum, Gandusari dan Ponggok, sekolah diberi keleluasaan untuk memulangkan siswa-siswinya lebih dini jika dianggap perlu."Kita sudah serahkan kepada masing-masing sekolah. Jika memang perlu dipulangkan lebih awal, sekolah kami beri keleluasaan untuk memulangkan anak-anak didiknya," papar Pratignyo saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telpon selularnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait