Warga Lereng Kelud Bingung Makamkan Warga
Sabtu, 03 Nov 2007 09:37 WIB
Kediri - Semenjak Gunung Kelud dinyatakan awas, seluruh warga yang tinggal di lereng dan mempunyai radius 10 kilometer dari bibir kawah diharuskan mengungsi. Selain harus meninggalkan desa, warga juga dilarang melakukan segala aktivitas.Larangan itu juga mengakibatkan warga Dusun Mulyorejo Desa Ngacar kebingungan ketika akan memakamkan salah satu warga yang meninggal dunia. Pasalnya pemakamam warga setempat berada di wilayah yang tidak boleh didekati alias daerah bahaya.Pemakamaman warga Dusun Mulyorejo berada di areal Perkebunan Margomulyo. Areal ini saat kondisi Gunung Kelud awas tidak boleh dilewati oleh warga. Soimim (75) salah satu warga Dusun Mulyorejo Desa Sugihwaras Kecamatan Ngacar meninggal dunia di pengungsian, Sabtu (3/11/2007) pagi. Karena kondisi penampungan yang tidak memungkinkan, jenazah Soimin dibawa pulang ke rumahnya. "Kita bingung mau memakamkan warga kita yang meninggal. Kitakan tidak bisa masuk ke sana," kata Yanto salah satu warga Dusun Mulyorejo, Sabtu (3/11/2007).Menurut Yanto jika petugas yang berjaga di kawasan tersebut tidak mengizinkan masuk mereka akan ngotot untuk tetap bisa masuk ke pemakaman. Bahkan kalau tetap dilarang, mereka akan meletakkan jenazah di pos penjagaan tersebut. "Kita akan tetap masuk walau petugas melarang kita. Kalau tidak diizinkan jenazahnya akan kita letakkan di dekat pos," tandasnya.Saat ini kondisi Gunung Kelud sudah semakin berbahaya, air danau kawah di kedalamam 15 meter suhunya mencapai 45,9 derajat celcius. Untuk gempa tremor vulkanik, hingga saat ini masih terus terekam sejak Pukul 11.00 WIB siang kemarin. Untuk amplitudo maksimal 8 milimeter. Amplitudo ini relatif menurun apabila dibandingkan dengan kondisi tadi malam dimana amplitudonya mencapai 15 milimeter.
(wln/bdh)











































