Antisipasi Letusan Mendadak
Malam Ini Desa di Lereng Kelud Dikosongkan
Jumat, 02 Nov 2007 22:59 WIB
Blitar - Aktifitas vulkanik Gunung Kelud yang terus meningkat memaksa Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Blitar akhirnya mau juga menunjukkan sikap tegasnya. Selasa (2/11/2007) malam, ratusan personil Satlak dari kepolisian dan relawan, diterjunkan ke Kawasan Rawan Bencana (KRB) dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar AKBP Ibnu Isticha. "Kami tidak mau ambil resiko membiarkan warga bertahan di kawasan rawan karenasangat membahayakan jiwa mereka. Karena kondisi Kelud kan benar-benar tidak bisadiduga. Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika Kelud tiba-tiba meletus?" jelas Bupati Blitar Herry Nugroho saat ditemui di lokasi Posko Pengungsi Terpadu di Lapangan Kecamatan Nglegok.Karena itulah para personil Satlak dari kepolisian dan relawan diperintahkan untuk mengosongkan KRB II dan I di tiga kecamatan rawan bencana Kelud di Kabupaten Blitar.Pantauan detiksurabaya.com di Posko Pengungsi Terpadu di Lapangan Kecamatan Nglegok, Selasa malam, berbagai jenis kendaraan angkutan hilir mudik keluar masuk lapangan mengangkuti pengungsi. Truk milik TNI, polisi dan masyarakat, serta kendaraan patroli polisi juga dimanfaatkan untuk evakuasi warga dari KRB I dan II. Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar 250 warga dievakuasi dari empat perkampungan paling rawan di Kecamatan Nglegok. Mereka diangkut dari Dusun Kampung Anyar dan Dusun Gambar Desa Sumberasri, serta Dusun Kalibladak dan Kali Kuning Desa Penataran. Juga ada sekitar 100 jiwa warga Dusun Candisewu yang memilih bertahan mengungsi ke Bukit Besaran di kompleks Perkebunan Candisewu. Namun, warga yang tinggal di kawasan rawan, yang mau dievakuasi hanya sekitar 15% saja. Potensi jumlah pengungsi di kawasan rawan Kecamatan Nglegok sebanyak 2.301 jiwa. Jika yang mau dievakuasi hanya sekitar 350 orang.Kondisi yang sama juga terlihat di Posko Pengungsi Terpadu di Lapangan Desa Nyunyur Kecamatan Gandusari. Di posko tersebut hanya terdapat 173 pengungsi yang tercatat di posko. Mereka berasal dari Dusun Kalikebo, Ngaringan, Sumberasri dan Soso.Padahal Posko Pengungsi Nyunyur diproyeksikan untuk menampung sekitar 5.000pengungsi. Mereka berasal dari perkampungan yang terletak di atas PerkebunanNyunyur. Seperti Desa Krisik, Semen, Soso dan Slumbung. Sedangkan potensi jumlahpengungsi di KRB I dan II Kecamatan Gandusari hampir mencapai 16 ribu jiwa.Lantas bagaimana menyikapi warga yang ngotot bertahan di rumahnya? "Ya,sebisa mungkin kami akan tetap persuasif. Dan prinsip kawasan rawan harus kosongdari aktifitas warga," kata bupati memungkasi wawancara karena terburu-buru harus menerima kunjungan putra bungsu Presiden Sukarno, Guruh Sukarno Putra di Posko Pengungsi Nglegok.
(gik/gik)











































