Kelud Kritis Lagi, Petugas Satlak Panik
Jumat, 02 Nov 2007 16:36 WIB
Blitar - Sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (2/11/2007) tadi kepanikan terjadi di kawasan Perkebunan Nyunyur, Kecamatan Gandusari, Blitar. Kepanikan terjadi karena Gunung Kelud kritis lagi.Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, puluhan petugas kepolisian dan relawan, terlihat berteriak-teriak menggunakan pengeras suara, meminta warga supaya mau mengungsi di posko yang sudah disediakan. Namun warga tidak merespon permintaan petugas.Ketika ditanya detiksurabaya.com, mengapa mereka tidak mau mengungsi, dengan Bahasa Jawa waga justru balik bertanya, "Nyapo ngungsi? (Mengapa mengungsi?)," jawab Mbah Supilah (67) salah satu warga Desa Nyunyur yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) I tersebut.Keengganan warga tersebut membuat panik petugas. Seperti keyakinan Mbah Supilah, saat ini Kelud belum waktunya meletus. Seorang petugas dari kepolisian yang menolak disebutkan namanya menilai, masyarakat itu membingungkan. Padahal permintaan untuk mengungsi adalah demi keselamatan jiwa mereka sendiri. "Siapa yang tidak panik, Mas. Situasi Kelud kan tidak menentu seperti ini. Kalau terjadi apa-apa dengan warga kan kita-kita ini nanti yang akan kena semprot atasan," ungkap seorang petugas kepolisian yang wanti-wanti namany tidak mau ditulis.Kawasan Perkebunan Nyunyur, dihuni oleh sekitar 1.250 jiwa. Jarak perkampungan warga berada dalam radius kurang 10 kilometer dari puncak Kelud. Karena kondisi Kelud yang sepanjang Selasa siang melampaui masa kritis bahkan memasuki fase letusan, petugas mengaku diperintahkan untuk memantau warga dalam kurun waktu satu hingga dua jam. Jika dalam kurun waktu tersebut kondisi semakin berbahaya, mereka diperintahkan untuk evakuasi warga secara paksa.Sementara itu, Wakil Ketua Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Blitar Letkol (Inf) Suko Pranoto saat dikonfirmasi di Posko Pengungsi Terpadu di Lapangan Nglegok beberapa saat yang lalu menolak jika warga akan dievakuasi paksa. "Kami hanya bertugas mengosongkan KRB II dan I dari aktivitas warga," jawab Dandim 0808 Blitar tersebut diplomatis.Sementara itu, saat dikonfirmasi radio milik Pemkab Blitar Radio Persada FM sekitar pukul 16.00 WIB tadi, petugas Pos Pantau Margomulyo Kristianto menjelaskan, suhu air danau kawah terus menunjukkan tren meningkat. Pada kedalaman 15 meter suhu tercatat 42,3 derajat C, diwarnai gempa tremor yang juga masih terus-menerus terjadi dengan amplitudo 7 - 10 mm."Gejala tersebut biasanya mengawali letusan, tapi sampai detik ini belum terjadi letusan di Gunung Kelud," kata Kristianto yang terpaksa mengurungkan niatnya turun pulang ke Bandung dan kembali ke Pos Pantau Margomulyo karena kondisi Kelud yang memasuki fase letusan.
(mar/mar)











































