Bandar Tewas Ditikam di Meja Judi
Jumat, 02 Nov 2007 14:57 WIB
Situbondo - Gara-gara merampas uang hasil judi, Musawir (40), yang selama ini dikenal sebagai bandar judi kartu domino, tewas ditikam pisau. Dia tewas di arena judi di Dusun Pao, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jatim.Musawir tewas di tangan Fathorozi (24), rekan sesama penjudi dengan menggunakan sebilau pisau sepanjang 35 centimeter. Korban tewas di tempat kejadian perkara akibat hunjaman pisau pelaku yang menancap tepat mengenai dada hingga tembus ke bagian jantung.Tragedi berdarah malam itu sontak membuat gempar warga pelosok Jatisari. Selain dikenal sangat disegani di kalangan komunitas penjudi, korban juga dikenal mudah marah dan ringan tangan. Warga juga tidak menduga jika pelaku pembunuhan sang bandar judi domino itu adalah Fathorozi, pria asal Desa Peleyan, Kecamatan Panji, yang selama ini dikenal pendiam."Saya benar-benar tidak berniat membunuhnya. Saya hanya membela diri, karena saat itu korban terlebih dahulu mendesak saya dengan hunusan pisau," ungkap Fathorrozi, saat diperiksa intensif di ruang Reskrim Mapolres Situbondo, Jumat (2/11/2007).Dituturkannya, pemicu pertengkaran yang berujung penikaman korban hingga tewas itu bermula saat korban mencoba merampas uang taruhan di arena judi tersebut. Fathorrozi yang ketika itu mengaku kartunya lagi hoky dan harus menerima uang kemenangan, justru dihardik oleh Musawir."Bukan hanya marah-marah, tapi korban juga merampas uang saya. Saya mencoba membela diri dan minta uang pembayaran, namun saat itu korban langsung berdiri dan menghunuskan pisau dari balik bajunya," imbuh tersangka.Merasa jiwanya terancam, tersangka mencoba melakukan perlawanan dan berhasil merebut pisau yang diakui nyaris mengenai wajahnya. Saat itulah pisau yang beralih tangan itu langsung ditikamkan ke bagian dada korban hingga tembus ke jantung.Nyawa korban tidak tertolong akibat banyaknya darah yang keluar dari tubuh korban di arena perjudian itu. Untuk mendapatkan kepastikan penyebab kematian korban, malam itu juga jenazah sang bandar judi kartu domino diboyong ke RSUD Situbondo untuk diotopsi.Kapolres Situbondo, AKBP Drs Rudy Kristantyo MM, saat dikonfirmasi menyatakan, selain menahan dan memeriksa intensif pelaku, pihaknya juga meminta keterangan sejumlah saksi. "Empat warga yang juga turut main judi berssama korban maupun tersangka, juga kita periksa sebagai saksi. Kita juga menyita kartu domino, sejumlah uang dan sebilah pisau sebagai barang bukti," tandasnya.
(mar/mar)











































