Warga di Kantung Aliran Lahar Gunung Kelud Mengungsi

Warga di Kantung Aliran Lahar Gunung Kelud Mengungsi

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2007 08:30 WIB
Blitar - Puluhan tenda yang sejak didirikan pekan lalu mangkrak tanpa penghuni di Kamp Pengungsi Terpadu di Lapangan Kecamatan Nglegok, pada Rabu (31/10/2007) malam mulai dihuni. Meskipun hanya 9 orang, namun mereka adalah warga Dusun Kali Kuning Desa Penataran Kecamatan Nglegok. Perkampungan mereka yang terletak di hulu Kali Kuning berjarak hanya sekitar 5 kilometer dari kawah. Mereka sewaktu-waktu bisa lenyap karena berada di kawasan salah satu kantung aliran lahar Gunung Kelud.Kesembilan warga Kali Kuning tersebut, terdiri atas 7 orang tua dan 2 anak-anak. Mereka menjadi penghuni pertama Kamp Pengungsi Terpadu setelah dijemput petugas menggunakan truk tentara Yonif 511 Blitar. Mereka adalah Mbah Kamiran (86), Boiran(60), Umar (86), Saiman (80), Kasipah (7, Tular (50), Paini (65) beserta dua orang cucunya, Indah (11) dan Desi (9).Mbah Kamiran salah satu pengungsi saat ditemui detiksurabaya.com mengaku mau mengungsi karena tidak ingin merepotkan anak-anak dan cucunya. Jika bertahan di kampung, saat Gunung Kelud sewaktu-waktu meletus, tentu keluarganya akan terbebani menyelamatkan dirinya. Tetapi jika di pengungsian yang disiapkan pemerintah, selain jauh dari kawasan bahaya, kebutuhannya sehari-hari sudah dipenuhi pemerintah."Nek riyin mboten wonten nggen ngungsi ngeten niki (Kalau dulu tidak ada tempat mengungsi seperti ini)," ujar Mbah Kamiran, Kamis (1/11/2007).Dia juga bercerita dirinya telah tiga kali mengalami letusan Gunung Kelud, yaitu tahun 1951, 1966 dan 1990. Namun baru kali ini saat menghadapi kemungkinan letusan tahun 2007 pemerintah menyiapkan tempat pengungsian dengan sejumlah fasilitas.Namun sebagian besar warga lainnya sebanyak 2.300 orang yang juga berada di kawasan rawan, enggan mengungsi. Warga Dusun Kampung Anyar dan Kali Bladak yang semula mengungsi di penampungan Desa Sumberasri dan Perkebunan Bantaran, memilih kembali ke kampung dan menolak dipindahkan ke posko pengungsi terpadu. (fat/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait