Santap Tumis Jamur, Eks Pengungsi Kelud Keracunan
Rabu, 31 Okt 2007 16:21 WIB
Kediri - Gara-gara menyantap tumis, satu keluarga eks pengungsi kelud asal Dusun Mulyorejo Desa Sugihwaras, Ngancar, Kediri keracunan. Mereka keracunan tumis jamur gelang yang dimasak oleh Ny Yatun (42), yang 2 hari lalu baru pulang dari pengungsian di Desa Tawang Kecamatan Wates.Satu keluarga tersebut yakni, Suyoto (47), isterinya, Yatun (42), dan 2 anaknya, Supriono (25) dan Alis (18). Dari 4 orang yang mengalami keracunan, 1 orang masih menjalani perawatan intensif yakni, Supriono. Pria tersebut saat ini masih mengalami muntah-muntah dan dipasang alat bantu pernafasan atau respirator.Keracunan ini bermula, saat keluarga ini menyantap tumis sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (31/10/2007). Bahan tumis berupa jamur gelang tersebut diambil dari halaman di belakang rumahnya.Satu keluarga tersebut mulai merasakan mual dan pusing pukul 11.00 WIB. Karena kondisinya semakin memburuk, tetangga membawa korban ke posko pengungsian di Desa Sugihwaras pukul 13.30 WIB. Akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka dirujuk ke RS Bhayangkara Kota Kediri."Biasanya memang masak tumis jamur. Ketika saya lihat, saya pikir itu jamur barat yang biasa dibeli di pasar. Eh ga tahunya kok beracun," kata Ny Yatun saat dirawat di RS Bhayangkara Jalan Kombes M Duryat kepada wartawan.Sementara tim medis yang merawat keluarga tersebut, dr Pramusinto, Kepala Puskesmas Wates yang merujuk 1 keluarga ke rumah sakit mengatakan, kuat dugaan korban tidak mengenali jenis jamur yang dimasaknya."Kami merujuknya ke rumah sakit karena kondisinya terus memburuk. Jamur gelang itu kandungannya sangat tinggi. Apabila penanganannya terlambat, korban bisa meninggal dunia," tambahnya.
(fat/bdh)











































