Luberan Lumpur Lapindo Kembali Mengancam Rel KA
Rabu, 31 Okt 2007 11:13 WIB
Sidoarjo - Aksi warga Gempol berdampak pada penguatan tanggul penahan lumpur. Truk yang biasanya sirtu tidak bisa masuk ke kawasan Porong dan sekitarnya. Akibatnya tanggul di Desa Siring overtoping dan mengancam rel KA.Menurut Soeparno, warga Siring Barat kepada detiksurabaya.com, Rabu (31/10/2007), petugas yang biasa mengawasi tanggul ataupun truk yang mengangkut sirtu tidak terlihat di lokasi. "Petugasnya istirahat semua. Truk tidak bisa masuk karena jalan diblokir," katanya Pak No, sebutan akrabnya.Selain berdampak pada rel KA, aliran lumpur liar ini juga berdampak pada perusahaan yang ada di kawasan Desa Siring yaitu PT PPI yang bergerak di bidang pembuatan paku bumi. Overtoping ini terjadi pada pukul 07.30 WIB. Aliran lumpur langsung keluar deras dari kolam penampungan yang tidak jauh dari tanggul utama. Apalagi kolam penampung lumpur memamg sudah kritis hanya berjarak 20-30 centimeter dari bibir tanggul."Ini bisa bahaya kalau dibiarkan. Lumpur bisa ke rel dan juga keperusahaan yang ada di situ," ujarnya.Kasus ini, adalah yang kesekian kalinya tanggul di kawasan Desa Siring jebol. Beberapa waktu yang lalu tanggul juga jebol dan sempat merembes ke bantalan rel. Sementara itu saat ini aksi warga Gempol masih terus berlangsung warga masih memblokir jalan. Setelah Jembatan Porong yang diblokir warga memblokir jalan alternatif ke Malang yaitu Mojosari di kawasan Jalan Raya Japanan Pasuruan.
(wln/mar)











































