Ada Sumbatan Yang Menghambat Laju Magma Kelud
Selasa, 30 Okt 2007 19:37 WIB
Kediri - Gunung Kelud hingga hari ini masih berstatus awas. Bahkan aktivitas vulkanik dan kimia masih terus terjadi peningkatan meski relatif kecil. Hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana geologi (PVMBG) terbaru, penyebab lambatnya peningkatan aktifitas vulkanik dan kimia ini akibat adanya penyumbatan laju magma untuk naik ke permukaan. "Jadi ada penyumbatan laju magma yang ada akibat membekunya sisa letusan sebelumnya," kata Muhammad Hendrasto, Kepala Bidang Pengamatan dan Penelitian Gunung Api PVMBG, saat memberikan keterangan pada wartawan di Balai Desa Sugihwaras, Selasa (30/10/2007). Menurut Hendrasto, indikasi adanya penyumbatan laju magma ini dilihat oleh PVMBG dengan adanya pemanasan yang masih terjadi di danau kawah, yang diketahui dengan terus meningkatnya suhu danau kawah, meskipun angka peningkatanya sangat kecil setiap harinya. "Sebenarnya aktifitas vulkanik dan kimia masih tinggi, namun karena tersumbat, peningkatnya juga sangat lambat," jelas Hendrasto. Sementara ketika ditanya mengenai faktor apa yang bisa memecahkan sumbatan yang menghambat laju magma, Hendrasto menjawab, tingkat tekanan fluida dari dapur magma yang akan dapat memecahkan sumbatan. Sementara data terbaru dari aktifitas vulkanik dan kimia Gunung Kelud untuk hari ini, dari pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIb juga masih menujukan rekaman gempa vulkanik dalam dan peningkatan suhu danau kawah. Untuk kegempaan, terekam 3 kali vulkanik dalam, 7 kali vulkanik dangkal, 1 kali vulkanik tremor, dan 3 kali tektonik jauh. Untuk catatan suhu danau kawah hingga pukul 12.00 WIB, permukaan danau kawah tercatat memiliki suhu 35,6 derajat celcius, kedalaman 10 meter 38,2 derajat celcius, dan kedalaman 15 meter 39,5 derajat celcius. Hasil pemantauan terakhir ini menurut PVMBG masih menunjukan adanya peningkatan aktifitas vulkanik dan kimia, sehingga status Gunung Kelud tetap dipertahankan pada posisi awas. Ketika ditanya kapan status Gunung Kelud akan diturunkan, Hendrasto menyebutkan, apabila hasil pemantauan dengan 3 parameter, yaitu kegempaan, devormasi, dan suhu menunjukan penurunan, maka status Gunung Kelud akan diturunkan.
(bdh/bdh)










































