Penghuni Berlebihan, Lapas Mojokerto Rawan Tawuran

Penghuni Berlebihan, Lapas Mojokerto Rawan Tawuran

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 18:38 WIB
Mojokerto - Jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto, jauh melebihi kapasitas yang ada. Berlebihnya penghuni lapas, menyebabkan rawan terjadi bentrokan atau tawuran antar penghuni, baik narapidana maupun tahanan. Data di kantor Lapas Mojokerto menyebutkan, daya tampung lapas adalah sebanyak 180 orang. Namun Lapas Mojokerto saat ini dihuni 426 narapidana dan tahanan titipan. Jumlah tersebut membengkak hingga 140 persen, dari daya tampung normal. Menurut Kepala Lapas Mojokerto, Pargiono, membengkaknya jumlah penghuni, disebabkan banyaknya tahanan titipan dari Kejari, Pengadilan Negeri, Polres Kota dan Kabupaten Mojokerto. Dari 426 orang, tercatat 279 orang merupakan tahanan titipan. Mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah penghuni titipan, pihak lapas meminta Kejari, PN, dan kedua Polres, untuk menitipkan tahanan secara bertahap. "Jumlah yang sangat banyak ini, mengakibatkan rawan terjadi kekisruhan," kata Pargiono saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2007). Pargiono menambahkan, jumlah penghuni lapas saat ini, tidak sebanding dengan jumlah pegawai, yang hanya 54 orang. Dari 54 pegawai, hanya 29 orang yang berfungsi sebagai petugas jaga. Hal ini menyebabkan petugas sulit melokalisasi keributan, yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Menurut catatan detiksurabaya.com, sejak 2004 hingga 2006, terjadi tawuran berujung kerusuhan antar-penghuni. Tahun lalu, tepatnya 22 September 2006, seorang narapidana terluka parah setelah terlibat tawuran, dan 7 narapidana dipindah ke ruang khusus. Sebelumnya, 7 Mei 2005, sebanyak 44 narapidana dipindah ke LP Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, karena tawuran. Setahun sebelumnya, 8 Juli 2004, para narapidana bentrok dengan sipir. Sehingga 112 dari 284 narapidana, dipindah ke sejumlah lapas di Jawa Timur. (bdh/bdh)
Berita Terkait