Gunung Kelud Masih Awas, Pengungsi Pulang Kampung

Gunung Kelud Masih Awas, Pengungsi Pulang Kampung

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 21:15 WIB
Kediri - Status Gunung Kelud masih dianggap membahayakan. Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum memutuskan untuk menurunkan statusnua menjadi siaga.Dengan status Awas, artinya warga tinggal di daerah rawan bencana masih direkomendasikan untuk tetap mengungsi. Namun, pantauan detiksurabaya.com hingga Senin (29/10/2007) petang, jumlah pengungsi berkurang drastis. Catatan yang diperoleh dari Satlak PB Kab Kediri menyebutkan dari 19 titik pengungsian yang tersebar di 4 kecamatan, jumlah pengungsi saat ini tak lebih dari 6 ribu jiwa. Padahal jumlah warga yang tersebar di 22 desa rawan bencana yang diwajibkan mengungsi jumlahnya mencapai 38.170 jiwa. Di lokasi pengungsian Kecamatan Wates hanya ada 1.662 jiwa, di Kecamatan Plosoklaten hanya ada 266 jiwa, di Kecamatan Puncu 989 jiwa, dan di Kecamatan Kepung ada 2747 jiwa. Total keseluruhan warga yang bertahan di pengungsian adalah 5.671 jiwa. Rendahnya jumlah pengungsi ini dikarenakan berbagai alasan. Namun sebagian warga yang memutuskan kembali ke rumahnya mengatakan tidak betah di pengungsian karena kondisinya yang sangat tidak nyaman. "Bagaimanapun tetap enak di rumah Mas. Apalagi gunungnya juga tidak jadi meletus," kata Warjiman (52), salah satu warga dari Desa Sugihwaras, yang ditemui detiksurabaya.com seusai kembali dari pengungsi sore tadi.Sementara pengungsi yang tetap bertahan di lokasi pengungsian juga memiliki berbagai alasan. Ada yang beralasan takut dengan kondisi Gunung Kelud, ada juga yang beralasan menunggu keputusan petugas Satlak, yang menjanjikan hari Selasa besok sebagai ketentuan, apakah pengungsi akan dipertahankan, atau dipulangkan. "Kita nunggu keputusan petugas, katanya besok adalah keputusanya," kata Mujiati (37). Mereka yang bertahan juga berharap, Satlak memperhatikan kebutuhan mereka selama berada di pengungsian. Mereka mengaku kebutuhan uang saku, lebih uatama dari pada pemenuhan kebutuhan lainya. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait