Kerugian Akibat Puting Beliung di Jember Rp 603 Juta
Senin, 29 Okt 2007 11:01 WIB
Jember - Meski pendataan terhadap korban angin puting beliung Jember masih terus dilakukan, jumlah kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupih. Kalkulasi kerugian yang terkumpul hingga Senin (29/10/07) pukul 03.00 WIB, kerugian di tiga desa itu totalnya mencapai Rp 603 juta.Di Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono jumlah kerusakan terdiri dari 21 rumah rusak berat, 213 rumah rusak ringan, sebuah sekolah rusak ringan dan sebuah musala rusak berat dan 14 orang luka ringan dengan jumlah kerugian mencapai Rp 403 juta. Sedangkan di Desa Sumberwringin Kecamatan Sukowono kerusakan menimpa 10 rumah rusak berat, 41 unit rumah rusak ringan dan tiga orang luka ringan dengan kerugian Rp 50 juta dan di Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat sebuah rumah rusak berat, sebuah warung rusak dan dua gudang tembakau amlas diterjang angin sehingga kerugian mencapai Rp 150 juta. Meski jumlah kerugian telah ditaksir, pihak Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Pemkab Jember belum memberikan bantuan. "Pagi ini baru rapat, karena kerugian baru dini hari kita laporkan pada bupati. Mungkin setelah rapat itu akan ada bantuan dan sejauh ini masih swadaya, katanya akan ada bantuan dari Pemkab," kata Kepala Desa Sumberwaru, Suharno.Sejauh ini bantuan yang telah ada dari beberapa organisasi dan partai politik. Bantuan itu berupa nasi bungkus. Tenda pengungsian juga telah didirikan di halaman SDN Sumberwaru I, namun warga tidak mau menempatinya. Mereka takut harta benda mereka akan dijarah maling jika ditinggal mengungsi. Mereka lebih memilih tinggal sementara di rumah saudara dan tetangga. Sedangkan warga Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember yang rumahnya tersapu angin puting beliung mulai membersihkan puing-puing. Mereka saling gotong royong membersihkan genteng-genteng yang beeterbangan dan tiang rumah yang berserakan.Senin (29/10/07) pagi warga yang rumahnya rusak ringan telah bekerja dan dibantu dengan tetangga yang rumahnya tidak rusak. Sedangkan mereka yang rumahnya rusak parah seperti ambruk ditingglkan mengungsi. Mereka menunggu petugas dari Polri dan TNI membersihkan rumah mereka."Kita bersihkan sendiri, karena tidak ada yang membantu," kata Bu Timah (60) warga Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono.Hal serupa juga dilakukan keluarga Bu Nursiti. Keluarga itu bergotong royong menyapu isi rumah yang berantakan dan memperbaiki genteng yang rusak. Sementara itu, polisi juga mulai bekerja bakti dengan membongkar bangunan yang telah ambruk seperti rumah warga dan musala. "Tadi malam dua rumah sudah kita bongkar dan bersihkan dan siap untuk dibangun kembali. Hari ini kita juga akan kerahkan alat berat untuk membongkar rumah yang roboh," kata Kepala Operasional Polres Jember, Kompol Teduh TSW.
(mar/mar)











































