Derita Bocah Penderita Hydrocepallus di Pengungsian
Sabtu, 27 Okt 2007 19:34 WIB
Kediri -
Ade Zafiq, bocah berusia 6 tahun 11 bulan ini harus menderita karena terjadipembesaran pada bagian kepalanya atau Hydrocepallus.Namun yang lebih memprihatinkan, dia harus tinggal bersama keluarganya di pengungsian, karena lokasi rumahnya berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I.Kesedihannya tidak berhenti sampai di sini. Zafiq yang berharap mendapatkan bantuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat bermalam di lokasi pengungsian yang ditempatinya, di Lapangan Pluncing Desa Siman Kecamatan kepung, tak juga terpenuhi.Bahkan, Pemerintah Kabupaten Kediri yang seharusnya bertanggung jawab pada keselamatannya justru seakan menutup-nutupi keberadaannya dan tak kunjung merujuknya ke rumah sakit.Beruntung Sabtu (27/10/07), salah satu perusahaan swasta di Kediri yang berkomitmen memberikan bantuan bagi warga pengungsian tergugah untuk merujuknya ke rumah sakit. Saat ini Zafiq mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pelem Pare."Kami ini ingin sekali dikunjungi Pak Presiden, tapi nggak tahu kenapa koknggak kesampean. Dari semula anak kami juga sangat minim mendapatkan perhatian dari pemerintah," kata Suminto (27) ayah Zafiq.Suminto menuturkan, akibat kondisi pengungsian yang sangat memprihatinkankepala anaknya yang mulai diketahui mengalami pembesaran (hydrocepallus) sejakusia 2 bulan ini mengalami lecet-lecet. Selama ini, pos kesehatan yang sudah mengetahui juga hanya memberikan pertolongan ringan.Selama berada di pengungsian, Ade Zafiq ditunggui oleh ibunya, Siti Aminatus Sakdiah (26). Dia merasa senang ada pihak yang dengan sukarela memberikan bantuan dengan merujuk anaknya dari pengungsian ke rumah sakit."Sebenarnya saya pengen dapat perhatian dari pemerintah, tapi tak juga kunjung datang. Kami senang ada pihak swasta yang justru lebih memperhatikan kami," kata Diah, sapaan akrabnya sambil menitikkan air mata.Pasangan Suminto dan Diah mengaku sudah kehabisan harta untuk mengobatkananaknya yang menderita hydrocepallus lebih dari 6 tahun. Pasangan tersebut,selama ini hanya menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai penjual krupuk di pasar kampung tempat tinggalnya, di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung.Rinto Harno, salah satu direktur perusahaan swasta yang memberikan bantuan dengan merujuk Ade Zafiq ke rumah sakit menuturkan, perusahaanya akan menanggung segala kebutuhan pengobatan bagi anak pertama dari dua bersaudara ini. Baginya ini kesempatan perusahaanya berbagi dengan sesama warga Kediri lainnya."Kami komitmen untuk menanggung segala biaya pengobatanya. Bahkan bila diperlukan operasi, kami akan membiayainya," kata Rinto Harno, saat ditemui di RSUD Pelem Pare.Sementara dr Priyo Utomo, selaku koordinator bagian kesehatan Satlak PB Kabupaten Kediri mengaku justru sudah membujuk pasangan Suminto dan Diah agar anaknya dirujuk ke rumah sakit jauh-jaub hari sebelum kedatangan presiden SBY."Kami sudah membujuknya, tapi tampaknya orang tuanya justru ingin memanfaatkankesempatan bertemu presiden," kata Priyo Utomo.
(ze/fat)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































