Agar Tak Bosan, Tim Pemantau Kelud Gunakan Sistem Rolling

Agar Tak Bosan, Tim Pemantau Kelud Gunakan Sistem Rolling

- detikNews
Sabtu, 27 Okt 2007 10:58 WIB
Kediri - Bukan hanya pengungsi saja yang berada dipengungsian mengalami kejenuhan.Tim pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengakujuga mulai merasakan kejenuhan. Pengakuan tersebut diberikan oleh Umar Rosadi, salah satu anggota tim pemantauaktivitas Gunung Kelud dari PVMBG saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com. di Balai Desa Sugihwaras, Sabtu (27/10/2007). "Siapa yang nggak bosan dengan keadaan seperti ini. Anda wartawan juga pasti bosan, apalagi kami ini," katanya. Kebosanan mulai menggelayuti tim pemantau karena kondisi Gunung Kelud yang semakin tidak menentu. "Jika memantau gunung api lain, sekali aktivitasnya naik akan diteruskan dengan letusan. Tapi Gunung Kelud tidak demikian, sekarang malahan masuk fase diam," terangnya dengan nafas panjang. Namun, kata dia, tuntutan pekerjaan yang menuntut mereka bekerja ekstra keras, membuat rasa jenuh tersebut tak bisa ditolak. "Pekerjaan kami ini tidak bisa dikerjakan di tengah kebosanan, kami harus selalukonsentrasi," imbuhnya.Untuk menghindari kebosanan, kata dia, dalam waktu dekat akan ada program pergantian anggota tim pemantau. Hal itu bertujuan untuk menghindari kejenuhan yang menumpuk pada setiap anggota tim pemantau. Teknis pelaksanaan pergantian nantinya akan digunakan sistem rolling. Anggota yang saat ini bekerja, akan digantikan oleh anggota lain yang saat ini bertugas di tempat lain. "Semua sedang dipersiapkan oleh kantor di Bandung. Agar semuanya lebih fresh," katanya sambil bergurau. Saat ini di pos pantau Gunung Kelud yang berada di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar ada sekitar ada 16 anggota tim pemantau dengan keahlian masing-masing. Mulai dari kegempaan, temperatur, devormasi, maupun ahli kimia. (fat/fat)
Berita Terkait