Hindari Kumuh, Pengungsi Lansia dan Anak Dipisah

Hindari Kumuh, Pengungsi Lansia dan Anak Dipisah

- detikNews
Sabtu, 27 Okt 2007 09:35 WIB
Kediri - Pascaterjadinya dugaan keracunan yang menimpa pengungsi di Balai Pamitran GKJW dan Balai Desa Tawang, Kecamatan Wates Kediri, Satlak PB telah mengevakuasipengungsi balita dan lansia. Pemisahan ini bertujuan agar suasana pengungsian tidak terlalu kumuh. "Anda lihat sendiri bagaimana kondisi pengungsian, kasihan balita dan lansia," katadr Heri Cahyono, dokter pos kesehatan pengungsian Desa Tawang, Sabtu (27/10/2007). Alasan lain yang menjadikan Satlak PB mengevakuasi balita dan lansia, kondisipengungsian yang kumuh akan berakibat semakin mudah mereka terserang penyakit. "Penyebab serangan diare yang terjadi salah satunya kami sinyalir dari kumuhnyapengungsian. Kami tidak ingin kasus itu terulang," imbuhnya. Balita dan lansia akan ditempatkan di dua bangunan tua yang ada di depan SMPN 2 Wates yang selama ini dikosongkan oleh pemiliknya. "Bangunannya cukup nyaman dan besar. Suasananya cukup segar dan ini akan lebih baik untuk balita dan lansia," terangnya.Selebihnya, Heri Cahyono mengungkapkan, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Para balita akan dipindahkan bersama ibunya masing-masing. Data yang berhasil digali oleh detiksurabaya.com menyebutkan jumlah pengungsi balita yang menempati balai pamitran GKJW dan Balai Desa Tawang jumlahnya 34 untuk jenis kelamin laki-laki dan 35 untuk jenis kelamin perempuan. Sedangkan jumlah pengungsi lansia adalah 43 untuk laki-laki dan 41 untuk wanita. (fat/fat)
Berita Terkait