Mushola Digunakan Salat Jumat, Warga Nyaris Bentrok

Mushola Digunakan Salat Jumat, Warga Nyaris Bentrok

- detikNews
Jumat, 26 Okt 2007 18:08 WIB
Banyuwangi - Menjelang Salat Jumat, ratusan warga Desa Kaligung Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur nyaris bentrok dengan pengurus Mushola As Salam milik warga Muhammadiyah di desa setempat.Warga yang terlihat emosi tidak setuju jika Mushola As Salam dijadikan tempat untuk kegiatan salat Jumat. Sebab, kurang lebih 50 meter dari mushola tersebut terdapat Masjid Baiturohim.Salah satu tokoh masyarakat desa setempat, Ahmad Nawawi mengatakan, jika mushola tersebut hanya boleh untuk kegiatan salat 5 waktu saja. Apalagi, izin pembangunan tempat ibadah tersebut adalah mushola."Izinnya kan mushola, kenapa dibuat untuk salat Jumat. Lagian yang salat di situ kebanyakan dari luar desa," kata Nawawi kepada wartawan, Jumat (26/10/2007).Ketersinggungan warga menurut Nawawi, juga terjadi saat malam takbiran yang dilakukan oleh Mushola As Salam. Warga sempat meminta untuk tidak melakukan takbiran, namun permintaan tersebut tidak dihiraukan.Sementara, pengurus daerah Muhammadiyah setempat, Suhadak langsung meminta maaf kepada warga desa. Dia berjanji akan menghentikan kegiatan Salat Jumat di Mushola As Salam."Saya minta maaf, untuk sementara kegiatan salat Jumat ditiadakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan," jelasnya.Sayang, klarifikasi tersebut tetap tidak diterima oleh warga yang mayoritas di desa itu adalah warga NU. Mereka khawatir, pernyataan tersebut justru membuat kesempatan mushola tersebut akan dirubah izinnya menjadi masjid. Padahal di desa tersebut sudah ada masjid yang jaraknya hanya 50 meter dari Mushola As Salam.Bahkan warga langsung meringsek ke depan dan nyaris terjadi bentrokan. Warga juga berteriak-teriak mengancam akan membongkar dan membakar mushola tersebut.Sementara itu untuk mendinginkan suasana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi ikut turun tangan. Setelah ada kesepakatan jika mushola tersebut tidak digunakan untuk salat Jumat, warga akhirnya mau membubarkan diri."Demi kebersamaan, pihak Muhammadiyah menyetujui tidak diadakan salat Jumat di mushola tersebut," kata Nur Khozin, Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi.Meski massa sudah membubarkan diri, namun mereka tetap berada di sekitar lokasi mushola. Bahkan mereka juga melakukan penghadangan terhadap warga luar desa yang akan salat Jumat di Mushola As Salam. Khawatir terjadi aksi massa yang lebih besar, puluhan polisi dari Polres Banyuwangi melakukan penjagaan di sekitar lokasi mushola. (fat/bdh)
Berita Terkait