Krisis Obat, 'Hantui' Pasien Miskin RSUD Magetan
Jumat, 26 Okt 2007 13:47 WIB
Magetan -
Hampir satu bulan ini, RSUD Dr Sayyidiman Magetan, Jawa Timur mengalami krisis obat bagi pasien keluarga miskin (Gakin). Penyebabnya, rumah sakit kesulitan mendapatkan obat yang masuk dalam daftar asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) dari distributor obat di pasaran. Pernyataan ini disampaikan Direktur RSUD Dr Sayyidiman, Harry Susanto kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jumat (26/10/2007).Menurut Harry, distributor obat sebelumnya selalu memenuhi pesanan obat askeskin kepada rumah sakit secara rutin. Namun, saat ini distributor obat tidak mampu memenuhi pasokan obat dengan alasan obat sudah tidak diproduksi lagi oleh perusahaan farmasi. "Akibatnya terjadi krisis stok obat bagi pasien Askeskin," ujarnya. Obat yang tersedia, kata Harry saat ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan pasien gakin. Ia mengaku ada sebanyak 28 item obat dalam daftar asuransi kesehatan keluarga miskin yang sulit didapatkan di pasaran. Misalnya berbagai antibiotik dan obat aspilet untuk penyakit jantung.Dengan adanya kekosongan obat askeskin, ini sangat memberatkan dan membebani rumah sakit setempat. Namun Harry berupaya agar kelangkaan obat gakin dipasaran tidak berdampak terhadap pelayanan pasien gakin."Akhirnya kami harus tetap menyediakan obat-obatan untuk pasien miskin dengan membeli obat reguler yang beredar di pasaran," ujarnya. Padahal obat reguler harganya lebih mahal lima kali lipat dibandingkan dengan obat yang masuk dalam daftar askeskin. Kemudian lanjut Harry, obat reguler tersebut dimasukkan dalam daftar obat pasien Askeskin. "Kalau dihitung kami mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena selisih harganya sangat besar," ujarnya.Untuk membeli obat reguler tersebut pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 23 juta hingga Rp 36 juta per bulan.Harry menambahkan, hingga saat ini pihaknya tidak bisa menggunakan dana klaim askeskin untuk mengatasi kelangkaan obat. Untuk itu, biaya pembelian obat sementara ini ditanggung oleh APBD Magetan 2007 dari pos tidak tersangka. Sedangkan PT Asuransi Kesehatan (Askes) saat ini masih berhutang klaim askeskin sebesar Rp 1,7 miliar kepada rumah sakit setempat.
(bdh/bdh)










































